Aji Erlynawati Pamit sebagai Sekda Bontang, Sampaikan Pesan Menyentuh
Bontang, Sekaltim.co – Suasana haru menyelimuti apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang) pada Senin 27 Oktober 2025 saat Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlynawati memimpin apel.
Apel yang berlangsung rutin itu terasa berbeda karena menjadi salah satu momen terakhir bagi Sekda Kota Bontang Aji Erlynawati sebelum resmi mengakhiri masa jabatannya pada 31 Oktober 2025 mendatang.
Dalam sambutannya di hadapan para Asisten, Staf Ahli, dan seluruh aparatur, Aji Erlynawati menyampaikan pesan penuh makna.
Dengan nada tenang, ia mengumumkan bahwa masa pengabdiannya sebagai Sekda akan segera berakhir.
“Insya Allah di tanggal 31 Oktober nanti saya akan mengakhiri tugas saya yang diamanahkan sebagai Sekretaris Daerah,” ujarnya.
Momen tersebut tak sekadar apel pagi biasa, melainkan menjadi refleksi dari perjalanan panjang seorang pejabat yang telah 24 tahun mengabdi untuk Kota Bontang.
Dalam pidatonya, Sekda Aji mengingatkan pentingnya menjaga kinerja di sisa tahun anggaran 2025.
Ia meminta seluruh program segera dievaluasi dan diselesaikan agar tidak menimbulkan temuan di kemudian hari.
Namun, yang paling menyentuh dari pesannya adalah ajakan untuk regenerasi birokrasi.
Ia menekankan pentingnya peran ASN muda dalam meneruskan estafet kepemimpinan dengan semangat belajar tanpa henti.
“Percaya sama saya. Harusnya ada teman-teman dari dalam yang terus tingkatkan kompetensinya untuk menggantikan bapak-ibu kabag yang ada di sini,” katanya memberi motivasi.
Menurutnya, setiap tantangan dalam birokrasi adalah proses untuk “naik kelas”.
Kunci keberhasilannya terletak pada energi positif, solidaritas, dan semangat kebersamaan. Ia juga berpesan agar seluruh ASN menjaga suasana kerja yang harmonis.
“Ayo saling men-support, saling mendukung, jaga mulut, jaga jempol. Jaga semangat bersama, siapapun pemimpin kita itu wajib hukumnya kita support,” tuturnya menutup sambutan dengan haru.
Dengan berakhirnya masa jabatan Aji Erlynawati sebagai Sekda Bontang, banyak ASN di lingkungan Pemkot Bontang mengaku kehilangan sosok pemimpin yang dikenal tegas namun hangat. Apel pagi itu pun menjadi simbol penghormatan atas dedikasi panjang seorang abdi negara yang telah menorehkan jejak penting dalam perjalanan pemerintahan Kota Bontang. (*)




