Banjir Melanda Penajam Paser Utara, Puluhan Rumah Terendam

PPU, Sekaltim.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Kamis 6 Maret 2025 hingga Jumat 7 Maret 2025 menyebabkan banjir di sejumlah titik. Banjir ini merendam puluhan rumah warga di beberapa kelurahan dan desa, memaksa masyarakat untuk bersiaga menghadapi kemungkinan dampak lebih lanjut.
Babinsa Desa Bukit Subur Koramil 0913-01/Penajam Kodim 0913/PPU, Sertu Hari Wibowo, langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi banjir di RT 02 dan RT 06 Desa Bukit Subur. Tidak hanya di wilayah ini, banjir juga melanda RT 01 dan RT 05 Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, M. Sukadi Kuncoro, melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi telah berdampak pada puluhan rumah warga. Berikut data rumah yang terdampak di Kelurahan Lawe-Lawe:
– RT 01: 6 rumah terdampak, 9 kepala keluarga (KK) dengan total 25 jiwa.
– RT 05: 8 rumah terdampak, 9 KK dengan total 32 jiwa.
– Total keseluruhan: 14 rumah, 18 KK, dan 57 jiwa.
“Jumlah Korban Terdampak di Kelurahan Lawe – Lawe Kecamatan Penajam RT. 01 : 6 Rumah : 9 KK / 25 Jiwa, RT. 05 : 8 Rumah : 9 KK / 32 Jiwa. Jumlah total 14 Rumah 18 KK / 57 Jiwa,” demikian keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kab. Penajam Paser Utara M. Sukadi Kuncoro melalui Pusdalops BPBD PPU.
Selain itu, banjir juga menggenangi RT 22 dan RT 23 di Kelurahan Penajam, serta RT 04, RT 10, dan RT 11 di Kelurahan Nenang. RT 04 Kelurahan Buluminung juga mengalami dampak serupa. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi disertai petir dan angin kencang sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.
Berdasarkan data cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun pada Kamis malam 6 Maret 2025 pukul 20.44 WITA, kemudian berlanjut hingga pukul 23.06 WITA. Hujan kembali turun secara intensif pada Jumat 7 Maret 2025 dini hari, mulai pukul 01.03, 03.41, dan 06.34 WITA. Tingginya curah hujan menyebabkan luapan air yang akhirnya merendam pemukiman warga.
Mengetahui kondisi banjir Penajam Paser Utara ini, Babinsa Desa Bukit Subur dan tim BPBD Kabupaten PPU segera bergerak ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat sangat diapresiasi oleh warga yang terdampak.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari Babinsa serta BPBD. Mereka sigap dalam membantu kami menghadapi kondisi sulit ini,” ujar salah satu warga terdampak banjir di Desa Bukit Subur.
Sertu Hari Wibowo juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam seperti banjir. “Warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk selalu siap siaga dan mengikuti arahan dari pemerintah serta tim penanggulangan bencana,” ungkapnya.
Sebagai langkah tanggap darurat mengatasi dampak banjir Penajam Paser Utara, pemerintah daerah bersama BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan mulai didistribusikan pada Sabtu 8 Maret 2025 pukul 00.30 WITA. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang mengalami kerugian akibat banjir. (*)