News Sekaltim

BPBD Kaltim Catat 862 Data Bencana Sepanjang 2025, Banjir dan Kebakaran Dominan

Sekaltim.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merilis laporan tahunan infografis bencana sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Berdasarkan data yang dihimpun melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), tercatat sebanyak 862 kejadian bencana melanda berbagai wilayah di Kalimantan Timur sepanjang tahun lalu.

Data bencana 2025 BPBD Kaltim tersebut menunjukkan bahwa Bumi Mulawarman masih menghadapi tantangan serius terkait bencana hidrometeorologi. Banjir menjadi bencana paling dominan dengan total 268 kejadian. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan, sistem drainase yang belum optimal, serta perubahan tata guna lahan di sejumlah wilayah.

Di posisi kedua, kebakaran pemukiman mencatat 259 kejadian. Kebakaran rumah warga masih menjadi ancaman serius, terutama di kawasan padat penduduk dan permukiman dengan konstruksi bangunan yang rentan terhadap api. Sementara itu, tanah longsor berada di urutan ketiga dengan 149 kejadian, yang umumnya terjadi di wilayah berbukit dan daerah dengan kondisi tanah labil.

Selain tiga bencana utama tersebut, BPBD Kaltim juga mencatat berbagai kejadian bencana lainnya. Gempa bumi tercatat sebanyak 60 kejadian, cuaca ekstrem 43 kejadian, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 34 kejadian. Adapun bencana kekeringan dan gelombang tinggi masing-masing tercatat sebanyak dua kejadian sepanjang 2025.

Dampak bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025 terbilang signifikan. BPBD mencatat sebanyak 40.180 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi. Selain itu, infrastruktur publik juga terdampak, meliputi 122 fasilitas umum, 59 fasilitas pendidikan, serta kerusakan jalan sepanjang 23,46 kilometer.

Dari sisi kemanusiaan, bencana yang terjadi turut menimbulkan korban jiwa. Tercatat sebanyak 79 orang meninggal dunia dan 22 orang dinyatakan hilang. Secara keseluruhan, sebanyak 162.913 warga terdampak atau menderita akibat bencana, dengan 278 orang terpaksa mengungsi dan 58 orang mengalami luka-luka atau sakit.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Samarinda menjadi daerah dengan frekuensi bencana tertinggi, yakni 232 kejadian. Selanjutnya disusul Kutai Timur dengan 122 kejadian dan Kutai Barat sebanyak 102 kejadian. Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu tercatat sebagai wilayah dengan jumlah bencana terendah, yakni 17 kejadian sepanjang 2025.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui BPBD menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. BPBD Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat adalah kunci untuk mengurangi risiko kebencanaan di tahun-tahun mendatang,” demikian pernyataan BPBD Kaltim dalam keterangan tertulis, Senin 5 Januari 2026.

Demikian data bencana 2025 dari rilis BPBD Kaltim disajikan dalam infografis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!