News Sekaltim

Cuaca Kaltim Berawan, BMKG Waspadai Hujan dan Potensi Karhutla

Sekaltim.co – Prakiraan cuaca di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa, 31 Maret 2026 didominasi kondisi berawan. Meski begitu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan ringan di sejumlah wilayah, terutama pada siang hari.

Cuaca diperkirakan berawan pada pagi hari di Samarinda Kaltim. Memasuki siang, hujan ringan berpotensi turun sebelum kembali berawan hingga malam. Pola serupa juga terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sendawar, dan Tenggarong.

Wilayah lain seperti Sangatta dan Bontang juga berpotensi mengalami hujan ringan pada siang hari. Sementara itu, Tanah Grogot diprakirakan mengalami hujan dengan durasi lebih panjang, mulai siang hingga sore.

Berbeda dengan daerah lain, hujan ringan di Ujoh Bilang justru diprediksi terjadi pada malam hari. Adapun Balikpapan, Penajam, dan Tanjung Redeb cenderung berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan signifikan.

Secara umum, suhu udara di Kaltim berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan tinggi mencapai 70 hingga 99 persen. Kondisi ini membuat masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, BMKG Balikpapan juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Wilayah Balikpapan diperkirakan masih akan diguyur hujan ringan hingga sedang, disertai angin kencang dan kilat.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebut kondisi ini dipengaruhi dominasi awan Cumulonimbus.

“Perkembangan awan Cumulonimbus saat ini mencapai 75 persen dan banyak terbentuk di wilayah Balikpapan,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Selain cuaca, BMKG juga mendeteksi munculnya sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Titik ini menjadi indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area tengah dan sekitar pertambangan.

Meski demikian, kondisi tersebut masih dikategorikan sebagai pemanasan permukaan dan terus dipantau lebih lanjut.

Memasuki musim kemarau yang diprediksi berlangsung April hingga Agustus 2026, masyarakat diimbau mulai melakukan langkah mitigasi. Salah satunya dengan menampung air hujan sebagai cadangan kebutuhan saat musim kering.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran juga harus ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas yang berisiko memicu api.

Dengan kondisi cuaca Kaltim yang masih dinamis, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk menghindari dampak buruk, baik dari hujan maupun ancaman kebakaran di musim kemarau mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!