Dinkes Kaltim Harap Lintas Sektor Diminta Tetap Solid Perangi TBC 2026
Sekaltim.co – Upaya menekan laju Tuberkulosis (TBC) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus ditingkatkan. Dalam rangka agenda tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, memimpin langsung Rapat Konsolidasi Lintas Sektor Program Penanggulangan TBC Tahun 2026 di Ruang Rapat Oproom Dinkes Kaltim, Senin 2 Februari 2026.
Rapat koordinasi penanggulangan TBC di Kaltim ini jadi ajang penting untuk menyatukan langkah, menyamakan arah, dan memastikan program tetap jalan meski tantangan menghadang.
Rapat konsolidasi ini digelar sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Kesehatan RI terkait potensi penghentian sementara alokasi pembiayaan Global Fund (GF) komponen TBC di tingkat Sub Recipient (SR) provinsi.
Penghentian pendanaan tersebut diketahui telah dilakukan secara bertahap sejak Juli 2025 dan berpotensi berdampak pada keberlangsungan layanan serta capaian program penanggulangan TBC di kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Dalam arahannya, dr. Jaya Mualimin menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh membuat langkah pengendalian TBC melemah.
Justru sebaliknya, dibutuhkan sinergi kuat dan komitmen lintas sektor agar target program tahun 2026 tetap tercapai.
Ia mengungkapkan, berdasarkan capaian Program P2 TBC tahun 2025, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu diperkuat.
Mulai dari penemuan kasus TBC, kepatuhan dan keberlanjutan pengobatan, hingga tingkat keberhasilan pengobatan pasien.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga diarahkan pada penanganan TBC Resistan Obat (TB RO) yang membutuhkan strategi dan dukungan layanan yang lebih kompleks.
“Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, serta seluruh mitra terkait agar target nasional dan provinsi dapat tercapai,” tegas dr. Jaya Mualimin, dikutip dari Instagram resmi Dinkes Kaltim, Selasa 3 Februari 2026.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas penguatan kolaborasi laboratorium kesehatan (Labkes) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Labkes Provinsi Kaltim saat ini menjadi rujukan utama pemeriksaan kultur dan biakan TB, sehingga fungsinya harus berjalan optimal guna mendukung diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Agenda rapat juga mencakup penetapan target Program P2 TBC Kabupaten/Kota Tahun 2026, evaluasi capaian indikator utama, serta penyusunan strategi penguatan pelaksanaan program di lapangan agar lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Kegiatan rapat koordinasi penanganan TBC di Kaltim ini diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota, direktur rumah sakit rujukan TBC, serta pemegang dan pengelola program TBC dan TB RO. Peserta dari Kota Samarinda hadir secara luring, sementara daerah lainnya mengikuti secara daring. Melalui konsolidasi ini, Dinkes Kaltim berharap penanggulangan TBC 2026 bisa berjalan lebih solid dan berdampak nyata dalam menurunkan angka kesakitan serta penularan TBC di **Benua Etam. (*)









