Sekaltim.co – Dunia sepak bola internasional diselimuti duka mendalam setelah kabar meninggalnya Fernando Martín Carreras, pelatih Valencia CF Femenino B, bersama tiga anaknya dalam tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden memilukan itu terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025, saat keluarga tersebut tengah menikmati liburan Natal di Indonesia.
Malam yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi keluarga Fernando Martín Carreras berubah menjadi mimpi buruk ketika kapal wisata yang mereka tumpangi mengalami mati mesin sekitar 30 menit setelah berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Tak lama berselang, gelombang tinggi dengan ketinggian sekitar 2–3 meter menghantam kapal hingga terbalik dan tenggelam sekitar pukul 20.30 WITA.
Fernando Martín diduga terjebak di dalam kabin kapal bersama tiga anaknya, yakni Martin Garcia Mateo (12), Martines Ortuno Maria Lia (10), dan Martinez Ortuno Enriquejavier (9). Dalam kondisi gelap dan kepanikan, keempat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Sementara itu, sang istri Andrea Ortuno dan satu anak perempuan mereka, Mar Martinez Ortuno, berhasil selamat setelah terlempar keluar dari kapal bersama kru dan pemandu wisata.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, Polairud, Lanal Labuan Bajo, serta unsur potensi maritim lainnya langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Meski dihadapkan pada kondisi cuaca dan gelombang laut yang menantang, upaya penyisiran dilakukan secara maksimal. Pihak berwenang kemudian mengonfirmasi bahwa Fernando Martín dan ketiga anaknya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Valencia CF melalui pernyataan resmi menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu bagian dari keluarga besar klub. “Pada saat yang sangat sulit ini, kami ingin menyampaikan dukungan dan belasungkawa kami kepada keluarga, sahabat, serta rekan-rekan di Valencia CF, Valencia CF Femenino, dan Akademi VCF,” demikian pernyataan klub.
Fernando Martín dikenal sebagai sosok pelatih berdedikasi yang telah mengabdikan diri pada pengembangan sepak bola wanita, khususnya di tim Valencia CF Femenino B. Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai klub Spanyol, termasuk Real Madrid, sebagai bentuk solidaritas dan empati atas tragedi tersebut.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang komunitas sepak bola dunia. Tragedi KM Putri Sakinah menjadi pengingat betapa rapuhnya keselamatan di laut, sekaligus menegaskan pentingnya standar keamanan dalam aktivitas wisata bahari.
Pencarian Fernando Martín yang merupakan pelatih Valencia ini hingga Minggu 28 Desember 2025 pukul 17.00 Wita belum membuahkan hasil. Namun pada pencarian hari ketiga ini ditemukan barang pelampung (life jacket) milik KM Putri Sakinah. Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, menyatakan, “pencarian di hari ketiga sampai pukul 17.30 hasil masih nihil.” (*)






