Harga Minyak Naik di Tengah Demo Iran yang Memanas
Sekaltim.co – Krisis di Iran bikin harga minyak mendadak naik dan suasana global ikut panas. Ketegangan di negara produsen minyak besar ini langsung bikin pasar terguncang, sampai harga minyak mentah Brent tembus sekitar US$63,6 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$59,4 per barel — angka tertinggi dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran gangguan pasokan, dilansir Reuters.
Gelombang demo di Iran sendiri bermula sejak 28 Desember 2025 sebagai reaksi atas lonjakan harga kebutuhan pokok dan anjloknya nilai mata uang rial. Aksi awal yang sifatnya ekonomi itu cepat berubah jadi gerakan politik besar-besaran menentang kepemimpinan ulama di negeri itu.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, bahkan menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan, meminta warga agar tidak terprovokasi oleh apa yang disebutnya sebagai “perusuh”. Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi kekerasan dan upaya keras pemerintah mengendalikan situasi, melansir ANTARA.
Sementara itu, Kedutaan Besar Virtual AS di Iran mengeluarkan peringatan keras bagi warga negaranya untuk segera keluar dari negara itu. Mereka memperingatkan kemungkinan pemadaman internet yang berkepanjangan, interogasi, penahanan, dan membatasi kemungkinan penerbangan masuk dan keluar dari Teheran sebagaimana dilaporkan CNBC. “Warga negara AS harus bersiap menghadapi pemadaman internet yang terus berlanjut, merencanakan sarana komunikasi alternatif, dan, jika situasinya cukup aman, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turkiye,” demikian pernyataan Kedutaan Besar virtual AS di Iran.
Laporan terbaru dari kelompok hak asasi manusia mencatat lebih dari 500 orang tewas dan ribuan ditangkap dalam bentrokan yang berlangsung selama dua pekan terakhir. Aksi protes yang awalnya soal ekonomi kini sudah berkembang menjadi tantangan besar terhadap rezim.
Di tengah suasana tegang ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi militer serius, termasuk kemungkinan serangan atau langkah strategis lain seperti serangan siber dan sanksi ekonomi baru terhadap Iran. Pernyataan Trump makin menambah kekhawatiran pasar serta pihak internasional mengenai stabilitas di kawasan Timur Tengah. “Kami sedang melihat ini dengan sangat serius,” ujar Trump. “Militer tengah memantau, dan kami menyiapkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan segera membuat keputusan,” lanjutnya.
Menanggapi ancaman tersebut, pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap negaranya bisa dibalas, termasuk terhadap pangkalan militer AS dan Israel di kawasan. Ketegangan ini membuat dunia kini terus memantau dampaknya terhadap pasokan energi dan keamanan global. (*)







