Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza
Sekaltim.co – Indonesia kembali mengambil peran strategis di panggung global dengan menjadi Wakil Komandan ISF.
Indonesia telah menerima tawaran menjadi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional yang bertugas menjalankan misi perdamaian di Jalur Gaza, Palestina, menurut Komandan ISF Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers.
Penunjukan ini menandai langkah penting diplomasi Indonesia dalam konflik Israel–Palestina. ISF sendiri merupakan pasukan penjaga perdamaian multinasional yang diamanatkan PBB sebagaimana tertuang dalam rencana perdamaian Gaza yang disepakati pada Oktober 2025.
Jeffers menyampaikan bahwa tahap awal pengerahan pasukan akan difokuskan ke Rafah. Total kekuatan yang akan diterjunkan mencapai 20 ribu personel internasional yang bekerja sama dengan 12 ribu polisi Palestina. “Indonesia telah menerima tawaran untuk menduduki posisi wakil komandan di ISF,” ujarnya.
Sejumlah negara lain seperti Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania juga telah menyatakan komitmen mengirim pasukan. Indonesia sebelumnya telah menyampaikan kesiapan untuk menerjunkan 8.000 prajurit perdamaian. Pelatihan pasukan ISF dan kepolisian Palestina akan dilaksanakan di Mesir dan Yordania sebelum diterjunkan ke wilayah operasi.
Jeffers menegaskan bahwa ISF, yang berada di bawah koordinasi Board of Peace (BoP), akan mendorong terciptanya keamanan dan stabilitas bagi warga Gaza. Menurutnya, masyarakat Gaza membutuhkan jaminan masa depan yang lebih baik setelah konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan keterlibatan RI bukan untuk pelucutan senjata atau ikut dalam pertempuran. Indonesia hadir sebagai penjaga perdamaian dan pelaksana misi kemanusiaan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyampaikan bahwa penyelesaian adil dan berkelanjutan atas konflik Israel–Palestina hanya dapat dicapai melalui solusi dua negara sesuai parameter internasional yang telah disepakati.
Ia juga menekankan bahwa kerja Dewan Keamanan PBB dan BoP—yang dibentuk melalui Resolusi DK PBB 2803—harus saling memperkuat dan tetap berada dalam arah yang sama.
“Perdamaian dapat memiliki jalur yang berbeda, tetapi tidak boleh memiliki arah yang berbeda,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kemlu RI, Kamis 19 Februari 2026.
Dalam forum DK PBB, Sugiono turut menyoroti pelanggaran gencatan senjata di Gaza. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 570 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan. Infrastruktur dasar serta layanan esensial pun masih dalam kondisi hancur.
Keterlibatan Indonesia dalam BoP ditegaskan tetap konsisten dengan Piagam PBB dan prinsip multilateralisme. Pemerintah memastikan langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan stabilitas kawasan.
Perlu dicatat, istilah ISF dalam konteks ini merujuk pada International Stabilization Force untuk Gaza, berbeda dengan singkatan ISF lain seperti Importer Security Filing di bidang perdagangan atau nama partai politik di India.
Posisi Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF tak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga pengambil keputusan strategis. Ini menjadi babak baru peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global, khususnya di kawasan Timur Tengah. (*)







