News Sekaltim

Jumlah Pengguna QRIS di Kaltim Meningkat, Tembus 859 Ribu Awal 2026

Sekaltim.co – Jumlah transaksi dan pengguna metode pembayaran QRIS di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat pesat. Sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini makin diminati, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha di berbagai sektor.

Jumlah pengguna QRIS di Kaltim Januari 2026, dalam catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, mencapai 859,2 ribu orang. Angka ini naik dari posisi Desember 2025 yang tercatat sebanyak 850,8 ribu pengguna.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan jumlah merchant juga ikut terdongkrak. Dari sebelumnya 798,2 ribu pada Desember 2025, kini meningkat menjadi 808,0 ribu merchant di Januari 2026. Lonjakan ini menunjukkan adopsi QRIS makin luas di kalangan pelaku usaha.

Menurut Jajang, ekspansi merchant QRIS menjadi kunci penting dalam memperkuat ekosistem transaksi non-tunai. Selain efisien, sistem ini juga membantu mempercepat perputaran ekonomi daerah.

“Ekspansi merchant QRIS ini penting untuk memperkuat transaksi non-tunai sekaligus mendukung efisiensi ekonomi,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Fenomena ini menandakan pelaku usaha di Kaltim semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Mulai dari UMKM, retail, hingga bisnis kuliner, semuanya mulai beralih ke sistem pembayaran modern yang praktis.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga mencatat kondisi peredaran uang kartal di sektor perbankan. Pada Januari 2026, tercatat net inflow atau arus masuk bersih sebesar Rp2,9 triliun. Hal ini menunjukkan likuiditas perbankan tetap stabil di awal tahun.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan dinamis. Meski demikian, pola transaksi kini mulai bergeser dari tunai ke digital yang lebih cepat dan efisien.

Penggunaan QRIS yang terus meningkat juga mencerminkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi. Kini, pembayaran digital bukan lagi tren, melainkan kebutuhan sehari-hari.

Terdapat beberapa perubahan perilaku yang mulai terlihat sebagai dampak penggunaan QRIS. Antara lain tidak perlu membawa uang tunai dan transaksi lebih cepat dan efisien.

Selain itu pembayaran lebih praktis dan minim risiko serta tidak perlu uang kembalian.

Dengan kemudahan tersebut, QRIS semakin diterima luas oleh masyarakat. Bahkan, penetrasinya mulai merata hingga ke daerah, tidak hanya terpusat di kota besar.

Pertumbuhan ini menjadi kabar baik bagi pelaku usaha. Semakin banyak konsumen yang memilih transaksi digital, semakin besar peluang peningkatan penjualan dan efisiensi operasional.

Jumlah pengguna QRIS dalam pembayaran transaksi di Kaltim pun diprediksi akan terus berkembang seiring meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat. QRIS kini bukan sekadar alat bayar, tapi juga simbol transformasi ekonomi menuju era cashless yang lebih modern dan inklusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!