Kaltim Kejar Swasembada Pangan, Cetak Sawah Rakyat Digeber

Sekaltim.co – Pemerintah pusat lewat Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program ketahanan pangan dengan menggelar Gerakan Tanam Serempak 10.000 hektare cetak sawah rakyat. Salah satu titiknya ada di Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), pada 9 April 2026.
Program Gerakan Tanam Serempak 10.000 hektare ini menjadi bagian dari Cetak Sawah Rakyat 2025 yang dilakukan serentak di 17 provinsi di Indonesia, termasuk Kaltim. Tujuannya jelas: mempercepat swasembada pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan beras di daerah, termasuk untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan, Dinas TPH Paser, serta unsur TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga Brigade Pangan.
Di Kaltim sendiri, program cetak sawah tersebar di empat daerah, yakni Berau seluas 425 hektare, Kutai Timur 367 hektare, Paser 201 hektare, dan Mahakam Ulu 60 hektare. Totalnya mencapai 1.053 hektare.
Meski begitu, tantangan masih cukup besar. Dari total lahan baku sawah sekitar 46.640 hektare, hanya sekitar 30.000 hektare yang aktif digarap. Sisanya, sekitar 15.000 hingga 16.000 hektare masih belum produktif.
“Kita berharap program ini berkelanjutan sampai bisa memenuhi kebutuhan pangan Kaltim dan IKN,” kata Fahmi.
Saat ini, pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan sawah baru lewat penyusunan Survei Investigasi Desain (SID). Untuk wilayah Berau dan Paser, progres SID bahkan sudah mencapai 100 persen.
Menariknya, Kabupaten Paser jadi salah satu daerah yang sudah surplus beras, dengan capaian sekitar 15.475 ton. Meski begitu, program cetak sawah tetap berjalan untuk menjaga kestabilan produksi ke depan.
Fahmi juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga TNI dan Polri harus solid dalam menjalankan program ini.
“Ini bukan cuma program pemerintah, tapi gerakan bersama menuju kemandirian dan ketahanan pangan,” tegasnya.
Kaltim masih perlu kerja keras untuk mencapai level tersebut. Meski secara nasional Indonesia disebut sudah swasembada pangan.
Dengan program cetak sawah rakyat, percepatan ini diharapkan melebarkan peluang Kaltim menuju kemandirian pangan. (*)









