KukarPerkara

Kapal Feri Pengangkut Galon Karam di Sungai Mahakam Muara Kaman, 2 Penumpang Selamat

Kukar, Sekaltim.co – Sebuah kapal feri pengangkut galon dilaporkan karam di perairan Sungai Mahakam wilayah Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu siang, 21 Januari 2026. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.17 WITA dan sempat mengundang kepanikan penumpang yang berada di atas kapal.

Meski situasi kapal feri karam di perairan Sungai Mahakam sempat mencekam, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa karamnya kapal feri yang diketahui mengangkut galon air minum tersebut.

Warga sekitar bergerak cepat membantu proses evakuasi sehingga insiden ini tidak berujung fatal.

Menurut informasi awal, kapal feri karam saat melintas di jalur penyeberangan Sungai Mahakam wilayah Muara Kaman.

Penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada kebocoran kapal yang membuat feri perlahan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam.

Insiden ini semakin ramai diperbincangkan setelah beberapa video feri tenggelam di Muara Kaman beredar di media sosial Facebook.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria yang diduga awak kapal hanyut terbawa arus sungai sambil berpegangan pada galon air yang dijadikan alat pelampung darurat.

Aksi itu sontak menarik perhatian warganet.

Nadhy, warga yang mengunggah video tersebut, memastikan bahwa awak kapal dalam kondisi selamat. “Selamat, soalnya ada feri dengan gubang,” tulisnya dalam unggahan. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Alhamdulillah, keduanya dapat diselamatkan,” ungkap Nadhy.

Diketahui, dua orang yang selamat dari insiden ini adalah pemilik kapal feri bernama Tutun dan menantunya, Khoery. Keduanya berhasil dievakuasi dengan bantuan warga sekitar yang menggunakan perahu kecil di tengah arus Sungai Mahakam.

Khoery kemudian memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian yang terekam dalam video. Ia membenarkan bahwa pria yang terlihat mengapung menggunakan galon adalah dirinya.

“Kejadian di video itu adalah saya dengan mertua saya, Pak Tutun. Alhamdulillah kami berdua selamat. Dan untuk barang yang kami bawa itu galon air yang kosong, yang akan kami bawa untuk diisi,” ujarnya pada kolom komentar unggahan video Nadhy.

Ia menjelaskan bahwa kapal feri mereka saat itu dalam kondisi terikat dengan kapal tugboat. Namun, ketika gelombang dari speedboat yang melintas menghantam, kapal feri tidak bisa menghindar. “Karena posisi masih terikat dan terjadi kapal ferry kami tenggelam,” kata Khoery.

Khoery juga menegaskan bahwa galon air yang dibawa dalam kapal feri yang karam di Sungai Mahakam dalam kondisi kosong. Rencananya akan diisi setelah menyeberang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!