Kepala Basarnas Bantu Evakuasi Warga Terisolasi 6 Hari Korban Banjir dan Longsor Sumbar

Sekaltim.co – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung memimpin peninjauan operasi SAR dari udara wilayah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar). Ia didampingi Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Tim Basarnas juga bergerak cepat mengevakuasi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Delapan warga yang terjebak selama enam hari di daerah terisolasi akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada Sabtu 29 November 2025.
Para korban mengalami luka berat dan sedang, termasuk patah tulang dan luka terbuka, serta trauma karena terlalu lama terperangkap tanpa bantuan.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Kepala Basarnas, mengatakan pengerahan helikopter adalah langkah strategis karena akses darat benar-benar tidak bisa ditembus. “Unsur udara punya peran penting buat menjangkau titik yang sulit diakses. Kami pastikan seluruh potensi SAR bekerja maksimal dan terkoordinasi,” ujarnya.
Dalam misi pemantauan tersebut, Syafii mengunjungi sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Palembayan, Kabupaten Agam yang sebelumnya dilaporkan masih terisolasi.
Ia memastikan kondisi sungai yang sempat membawa lumpur deras kini sudah mulai stabil dan banjir perlahan surut. “Saya pantau langsung dari udara, kondisi lumpur sudah berhenti dan air mulai surut,” jelasnya.
Saat pemantauan, Basarnas menerima laporan adanya tiga korban luka berat di Kecamatan Pelambayan, Kabupaten Agam. Ketika helikopter tiba, tim langsung bergerak melakukan evakuasi.
“Kami dapat laporan ada tiga korban dengan patah terbuka yang sudah berlangsung enam hari. Begitu sampai, kami langsung evakuasi,” ungkap Syafii.
Total delapan warga dari dua titik berbeda berhasil dibawa keluar dan langsung diterbangkan ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut. Evakuasi dilakukan sepenuhnya via udara karena medan ekstrem membuat kendaraan apa pun tidak bisa masuk.
Kepala Basarnas memastikan operasi SAR masih terus berjalan untuk mencari dan menolong korban lain yang mungkin masih terjebak. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan yang tetap siaga meski menghadapi cuaca buruk dan medan sulit. (*)









