Komeng Bikin Pengungsi di Pasirlangu Tersenyum saat DPD RI ke Bandung Barat
Sekaltim.co – Momen hangat menyelimuti posko pengungsian Desa Pasirlangu saat Komeng datang meninjau korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Setelah lebih dari sepekan diliputi duka akibat bencana longsor, senyum dan tawa para pengungsi akhirnya kembali merekah. Suasana yang semula haru perlahan berubah ceria saat anggota DPD RI sekaligus komedian, Alfiansyah Bustami alias Komeng, hadir langsung di tengah-tengah warga, Sabtu siang 31 Januari 2026, kemarin.
Kehadiran Komeng sontak menghidupkan suasana. Dengan gaya khas dan celetukan spontan, ia berhasil menghibur para pengungsi, terutama anak-anak yang tampak antusias menyambut sosok yang biasa mereka lihat di layar kaca. Di tengah keterbatasan dan kesedihan, tawa sederhana menjadi obat paling murah namun bermakna.
Tak sekadar datang menghibur, Komeng juga turun langsung meninjau lokasi longsor yang mengubur puluhan rumah warga. Ia hadir bersama sejumlah senator lainnya seperti Jihan Fahira, sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI). Rombongan turut melihat proses pencarian korban yang hingga hari kedelapan pascabencana masih terus dilakukan.
Anggota Komite III DPD RI Dapil Jawa Barat lainnya, Agita Nurfianti, Komeng, Jihan Fahira, dan Aanya Rina Casmayanti menyalurkan bantuan DPD RI Peduli berupa kebutuhan pokok serta uang tunai senilai Rp50 juta. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak longsor Pasirlangu.
Menurut Agita, kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama empat anggota DPD RI asal Jawa Barat yang ingin hadir langsung di tengah masyarakat. “Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil daerah, khususnya saat masyarakat sedang berada dalam kondisi sulit,” ujarnya.
Sementara itu, Komeng berharap proses pencarian korban bisa membuahkan hasil maksimal. “Mudah-mudahan lebih banyak yang ditemukan. Dari kita, dari Jabar, PMI semua sudah turun,” kata Komeng di lokasi bencana.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah penanganan pascabencana. Salah satu kebutuhan mendesak adalah penyediaan sumur bor untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. “Kebutuhan kita adalah pascabencana yaitu kebutuhan sumur bor,” katanya.
Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari PMI, BPBD, Dinas Kesehatan, perangkat desa, hingga relawan lainnya. Rombongan sebelumnya juga menyambangi Posko PMI di Cimahi, didampingi Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Barat Ruhanda.
Dukungan penuh untuk Dinas Kesehatan dalam penanganan dampak longsor di Pasirlangu. Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad bersama DPR RI dan DPD RI mengapresiasi kerja cepat dan sigap tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak, serta mendorong penguatan layanan kesehatan darurat di lokasi bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Berdasarkan data posko bencana per pukul 06.00 WIB, longsor Pasirlangu berdampak pada 48 rumah, 52 kepala keluarga, dan 158 jiwa. Data korban mencatat 60 orang meninggal dunia, 20 orang hilang, 78 selamat, serta 112 KK atau 353 jiwa mengungsi.
Kehadiran para tokoh seperti Komeng dan jajaran pemerintah menjadi penguat harapan di tengah duka mendalam. Bantuan mungkin tak mampu menghapus luka, namun kepedulian nyata menjadi pengingat bahwa warga Pasirlangu tidak sendirian. (*)









