Kukar

Kukar Miliki Pabrik Kratom Skala Ekspor Siap Dongkrak Ekonomi Daerah

Kukar, Sekaltim.co – Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki pabrik pengolahan kratom atau tanaman kademba skala ekspor. Dikelola swasta, pabrik ini menggarap potensi kratom sebagai komoditas unggulan di Tenggarong Seberang.

Merespon potensi kratom skala ekspor di Kukar ini, Wakil Bupati Rendi Solihin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pemkab mulai serius melihat potensi ini. Kehadiran pabrik pengolahan skala internasional di Tenggarong Seberang menjadi langkah nyata dalam mendorong hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Rendi Solihin meninjau langsung fasilitas pengelolaan kratom milik PT DJB Botanicals Indonesia di Desa Bangun Rejo, Minggu 29 Maret 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan produksi pasca dibukanya kembali keran ekspor kratom.

Dalam peninjauan tersebut, Rendi melihat langsung proses pengolahan, mulai dari pengeringan daun hingga tahap ekstraksi. Ia menilai, keberadaan pabrik lokal sangat penting untuk mengakhiri praktik penjualan bahan mentah yang selama ini kurang menguntungkan petani.

“Kita dorong agar kratom tidak lagi dijual mentah, tapi diolah agar nilai jualnya meningkat,” kata Rendi.

Ia menjelaskan, terbitnya regulasi dari Kementerian Perdagangan melalui Permendag Nomor 20 dan 21 Tahun 2024 telah memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha untuk kembali mengekspor kratom. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan payung hukum tambahan berupa Peraturan Daerah (Perda) bersama DPRD Kukar.

Langkah ini bertujuan melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat hulu. Terlebih, kratom kini menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi daerah di tengah menurunnya kontribusi sektor tambang seperti batubara dan minyak bumi serta gas.

“Kita akan sempurnakan lewat Perda bersama DPRD untuk melindungi petani,” ujar Rendi.

Potensi budidaya kratom di Kukar sendiri tersebar di wilayah hulu, terutama di Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, hingga Kembang Janggut. Kawasan bantaran Sungai Mahakam dikenal sebagai sentra utama produksi tanaman ini.

Menurut Rendi, keberadaan pabrik pengolahan di daerah sangat strategis. Selain memotong rantai distribusi yang panjang, fasilitas ini juga mampu menjaga harga tetap stabil dan berpihak pada petani.

“Dengan pabrik lokal, harga bisa lebih terkontrol dan petani tidak dirugikan oleh tengkulak,” tegasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan terus mempersiapkan standar produksi ekspor. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengeringan, sortasi, hingga ekstraksi untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

Kukar pun menargetkan diri menjadi pusat hilirisasi kratom di Kalimantan Timur. Sinergi antara pemerintah dan industri diharapkan mampu menyerap hasil panen petani secara maksimal.

“Kini dengan regulasi yang sudah terbuka untuk ekspor, menjadi kabar baik untuk petani, mengingat daerah kita menjadi penghasil kratom terbesar di Kaltim,” katanya.

Tak hanya itu, pengembangan kratom juga dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan hulu Mahakam. Komoditas ini berpotensi meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

Menutup kunjungannya, Rendi berpesan kepada petani agar terus menjaga kualitas hasil panen. Ia menekankan pentingnya konsistensi budidaya agar kratom Kukar mampu bersaing di pasar internasional. “Kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana menjaga kualitas dan meningkatkan nilai tambahnya,” kata Rendi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!