Pemprov Kaltim Dorong 50 Ribu UMKM, Ubah Arah Ekonomi Daerah
Samarinda, Sekaltim.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memantapkan langkah menjadikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat menutup rangkaian Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026 di Halaman Parkir Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Minggu 11 Januari 2026, malam.
Wagub Seno menegaskan bahwa Pemprov Kaltim tidak akan berhenti mendorong lahirnya UMKM-UMKM baru. Target besar pun telah dicanangkan. Dalam lima tahun ke depan, Kaltim menargetkan terbentuknya 50.000 UMKM aktif dan berdaya saing. Menurutnya, UMKM diharapkan menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Rencana kita dalam lima tahun ini akan terbentuk 50.000 UMKM. Sehingga UMKM menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Kaltim,” kata Wagub Seno dalam sambutan saat menutup PRK 2026, sebagaimana dilansir dari keterangan resmi Pemprov Kaltim.
Selama ini, perekonomian Kalimantan Timur masih bertumpu pada sektor sumber daya alam, seperti batu bara dan migas. Kondisi tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk menopang ekonomi jangka panjang. Karena itu, Pemprov Kaltim mulai mengubah pola pembangunan dengan menempatkan UMKM sebagai ujung tombak ekonomi Benua Etam.
PRK 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat. Ajang tahunan ini bukan hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga sarana berbagi informasi terkait capaian pembangunan serta arah kebijakan ekonomi daerah. Wagub Seno menyebut PRK sebagai etalase potensi UMKM Kaltim yang terus tumbuh dan berkembang.
Penutupan PRK 2026 juga dirangkaikan dengan Tabligh Akbar dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur. Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kaltim, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto, serta pimpinan perangkat daerah lainnya. Penceramah nasional Dr H Das’ad Latif turut memberikan tausiyah kebangsaan.
Pemprov Kaltim berharap sinergi antara pemerintah dan UMKM serta masyarakat dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dengan UMKM yang tangguh, Kaltim optimistis mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif di masa depan. (*)









