Sekaltim.co – Aksi perampokan bersenjata di Italia selatan bukan adegan syuting film. Jalan raya SS 613 yang menghubungkan Brindisi dan Lecce, wilayah Puglia, Italia selatan, mendadak berubah jadi medan perang pada Senin pagi, 9 Februari 2026.
Aksi perampokan bersenjata bergaya komando ini bukan kecelakaan, bukan latihan militer, melainkan menyasar kendaraan lapis baja pengangkut uang milik Battistolli Group (BTV).
Sedikitnya delapan hingga sepuluh pria bersenjata terlibat dalam aksi nekat ini. Mereka mengenakan pakaian mirip aparat keamanan, lengkap dengan topeng penutup wajah.
Dengan rencana rapi dan tanpa ragu, para pelaku memblokade jalan dari dua arah menggunakan kendaraan curian yang kemudian dibakar, membuat lalu lintas lumpuh total.
Rekaman dashcam dan video amatir yang viral di media sosial hingga Selasa 10 November 2026 waktu Indonesia memperlihatkan momen menegangkan saat para pelaku membawa senjata laras panjang dan senapan serbu.
Tanpa basa-basi, bahan peledak dipasang di bagian belakang kendaraan lapis baja. Ledakan keras memecah pagi, asap hitam membumbung, dan kepanikan pun tak terhindarkan.
Pengendara sipil yang terjebak hanya bisa diam di dalam mobil, menyaksikan “aksi film” terjadi nyata di depan mata. Setelah pintu kendaraan pengangkut uang berhasil dibobol, para pelaku bergerak cepat mengamankan target sebelum melarikan diri ke area pedesaan.
Aparat kepolisian Italia, termasuk Carabinieri, segera merespons. Baku tembak singkat sempat terjadi ketika polisi mencoba menghentikan pelarian geng bersenjata tersebut.
Senjata yang digunakan pelaku dilaporkan bukan kaleng-kaleng, termasuk senapan Type-56 buatan China dan ASh-78 Tip-1 asal Albania, menandakan tingkat eskalasi kekerasan yang serius.
Meski situasi berlangsung mencekam, otoritas memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa, baik dari pihak kepolisian, petugas keamanan, maupun warga sipil. Fakta ini disebut sebagai keajaiban kecil di tengah aksi kriminal yang brutal dan berisiko tinggi.
Hasil pengejaran membuahkan hasil awal. Dua hingga tiga tersangka berhasil ditangkap di wilayah Campi Salentina. Sementara itu, pelaku lainnya masih diburu. Polisi juga menemukan senjata yang ditinggalkan serta paku besi yang sengaja ditebar untuk menghambat pengejaran.
Soal hasil rampokan, informasi masih simpang siur. Sejumlah laporan menyebut sistem keamanan kendaraan berhasil menggagalkan pencurian. Namun, sumber lain menyatakan uang tunai hingga €2,3 juta kemungkinan berhasil dibawa kabur.
Melansir Daily Mail, polisi menduga kuat aksi ini dilakukan jaringan kriminal terorganisir yang sudah berpengalaman menargetkan truk pengangkut uang di Italia. Jalur SS 613 pun sempat ditutup total selama beberapa jam untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara.
Insiden perampokan bersenjata di Italia selatan ini menegaskan satu hal: kejahatan terorganisir di Eropa masih hidup, berani, dan bersenjata berat. Polisi Italia kini berpacu dengan waktu untuk memburu sisa geng “hantu” yang menghilang di balik asap dan api. (*)



