Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Prabowo Evaluasi Program
Sekaltim.co – Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Awal Tahun 2026 dan retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh atas kinerja kementerian dan lembaga selama satu tahun pemerintahan, sekaligus pemantapan arah kerja di awal tahun.
Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang ini, menurut penjelasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam taklimat tersebut Presiden ingin mendengar langsung laporan progres program strategis dari para menteri. Evaluasi dilakukan tanpa pengecualian, demi memastikan seluruh janji pemerintah benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Presiden ingin mengetahui langsung sejauh mana capaian program-program prioritas dan apa saja kendala yang masih dihadapi. Semua dibuka, semua dievaluasi,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi saat konferensi pers di sela-sela kegiatan retret disiarkan di Kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Ungkap Mensesneg, salah satu laporan penting datang dari Menteri Sosial, yang menyampaikan perkembangan program Sekolah Rakyat. Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi, sementara 104 titik tambahan masih dalam tahap pembangunan. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal dan rentan.
“Menteri Sosial melaporkan beberapa hal berkenaan dengan masalah sekolah rakyat yang saat ini sudah operasional di 166 lokasi dan di 2026 sedang dalam proses pembangunan di 104 titik yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Prasetyo.
Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga melaporkan capaian strategis di sektor energi. Indonesia disebut berhasil mencapai target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari, sesuai dengan asumsi APBN. Capaian ini dinilai penting di tengah tantangan global sektor energi.
Presiden juga menyoroti persoalan listrik nasional yang saat ini masih adanya 5.700 desa yang sampai hari ini belum teraliri listrik.
“Bapak Presiden minta untuk bisa diselesaikan secepat-cepatnya. Dari 5.700, baru 2025 kemarin, berhasil disambungkan atau dinyalakan listrik di kurang lebih 1400 desa. Oleh karena itu, Bapak Presiden sebagaimana tadi juga sudah kami sampaikan, beliau meminta percepatan supaya 5.700 desa di 2025 ini dapat semua sudah terari listrik,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo menegaskan bahwa Istana Kepresidenan membuka pintu selebar-lebarnya terhadap kritik dan masukan publik. Sikap terbuka ini, kata dia, menjadi komitmen Presiden Prabowo agar pemerintah tidak berjalan dalam ruang tertutup.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan masyarakat. Justru pertanyaan dan kritik seperti soal dana desa atau pembangunan sekolah di daerah terpencil itu kami anggap sebagai pengingat,” ujarnya.
Retret Jilid II Kabinet Merah Putih
Retret Kabinet Merah Putih ini merupakan Retret Jilid II, yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Presiden Prabowo memimpin langsung pengarahan awal, sebelum memutuskan jeda menjelang salat Magrib. Kegiatan kemudian dilanjutkan kembali pada malam hari.
Prasetyo mengungkapkan, tidak seluruh menteri menyampaikan paparan. Dalam satu hari retret tersebut, sekitar sembilan menteri mendapat kesempatan mempresentasikan kinerja kementeriannya.
Salah satu fokus utama Presiden adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo meminta agar disiplin prosedur pelaksanaan MBG diperketat, menyusul catatan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mencatat sekitar 15 kasus kendala pelaksanaan pada Desember 2025.
“Presiden menghendaki agar kejadian serupa bisa dicegah semaksimal mungkin ke depan,” kata Prasetyo.
Meski demikian, dari sisi anggaran, MBG dinilai tidak mengalami kendala. Pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp335 triliun dalam APBN 2026 untuk mendukung program tersebut. Secara teknis dan pembiayaan, MBG disebut berjalan relatif lancar.
Dalam laporan terbaru, MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, dari target 82,9 juta penerima pada 2026. Saat ini telah berdiri sekitar 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan target meningkat menjadi 35.000 SPPG pada tahun depan.
Selain MBG, capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga disorot. Program ini dilaporkan telah menjangkau 70 juta warga negara sepanjang 2025. Pemerintah menilai CKG sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara nasional.
Isu swasembada pangan turut dibahas dalam retret. Prasetyo menyebut Presiden Prabowo ingin meningkatkan target swasembada, setelah Indonesia berhasil tidak mengimpor beras sepanjang 2025—sebuah pencapaian yang dinilai historis.
Tak kalah penting, pemerintah juga memaparkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar, terutama jembatan di daerah terpencil. Dalam satu bulan terakhir, 11 jembatan gantung telah rampung, 50 lainnya dalam proses, dan secara keseluruhan terdapat sekitar 6.900 jembatan yang ditargetkan dibangun pada 2026.
“Jembatan-jembatan ini sangat penting, terutama sebagai akses anak-anak menuju sekolah,” ujar Prasetyo.
Retret juga membahas penanganan bencana, termasuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, serta langkah antisipasi menghadapi musim hujan dengan curah tinggi di sejumlah wilayah seperti Kepulauan Sitaro, Balangan, dan daerah rawan lainnya.
Mensesneg Prasetyo Hadi juga menyampaikan bahwa retret kabinet di Hambalang ini tidak dibatasi waktu dan bisa berlanjut hingga malam jika masih ada isu strategis yang perlu didalami. Presiden pun mengapresiasi kerja seluruh jajaran kabinet dan mengajak mereka kembali membulatkan tekad untuk bekerja sepenuhnya demi kepentingan rakyat. (*)









