Zakat Fitrah dan Fidyah Kaltim 2026, Kemenag Tetapkan Rincian Masing-Masing Daerah
Sekaltim.co – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Kantor Wilayah Kalimantan Timur (Kanwil Kaltim) telah menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah untuk 2026 atau 1447 Hijriah.
Keputusan besaran zakat fitrah dan fidyah Kaltim ini diumumkan pada 23 Februari 2026 di Samarinda dan ditandatangani langsung Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq.
Penetapan zakat fitran dan fidyah 2026 di Kaltim tersebut menjadi panduan umat Islam di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah maupun membayar fidyah sepanjang Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026.
Penetapan ini bukan asal patok, bukan sekadar cocoklogi angka di atas meja. Besaran zakat fitrah disesuaikan dengan harga rata-rata beras di masing-masing daerah. Jadi realistis, kontekstual, dan tetap aktual.
Zakat Fitrah 2026 Kaltim: Mahakam Ulu Tertinggi
Untuk zakat fitrah, masyarakat bisa membayar dalam bentuk beras atau uang. Takaran beras rata-rata sekitar 2,5 hingga 3 kilogram per jiwa, tergantung kebijakan daerah. Sementara nominal uang dibagi dalam tiga kategori: kualitas tertinggi, sedang, dan terendah, mengikuti standar konsumsi masyarakat setempat.
Kabupaten Mahakam Ulu mencatat angka tertinggi, yakni Rp75.000 per jiwa untuk kategori tertinggi. Sementara nilai terendah sebesar Rp35.000 terdapat di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Berau.
Berikut rincian zakat fitrah 2026 di masing-masing daerah:
Samarinda: Rp70.000 (tertinggi), Rp60.000 (sedang), Rp50.000 (terendah). Beras 2,75 kg.
Balikpapan: Rp54.000, Rp48.000, Rp42.000. Beras 3 kg.
Bontang: Rp68.400, Rp64.600, Rp58.900. Beras 2,5 kg.
Kutai Kartanegara: Rp68.000, Rp49.000, Rp38.000. Beras 2,7 kg.
Kutai Timur: Rp50.000, Rp45.000, Rp40.000. Beras 2,5 kg.
Kutai Barat: Rp73.500, Rp70.000, Rp66.500. Beras 2,7–3 kg.
Penajam Paser Utara: Rp45.000, Rp40.000, Rp35.000. Beras 2,5 kg.
Paser: Rp72.200, Rp60.800, Rp49.400. Beras 3 kg.
Berau: Rp50.000, Rp42.000, Rp35.000. Beras 2,5 kg.
Mahakam Ulu: Rp75.000, Rp65.000, Rp55.000. Beras 2,7 kg.
“Nilai tertinggi berada di Mahakam Ulu sebesar Rp75.000 per jiwa, sedangkan terendah Rp35.000 di Penajam Paser Utara dan Berau,” ujar Abdul Khaliq.
Fidyah 2026: Bayar per Hari per Jiwa
Selain zakat fitrah, Kemenag Kaltim juga menetapkan besaran fidyah 2026 Kaltim. Fidyah merupakan kompensasi bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena uzur syar’i tertentu, seperti sakit menahun atau usia lanjut.
Besaran fidyah dibayarkan per hari per jiwa. Artinya, jika seseorang meninggalkan 10 hari puasa, maka nominal fidyah dikalikan 10 hari.
Rinciannya sebagai berikut:
Samarinda: Rp40.000 (tertinggi), Rp25.000 (sedang). Beras 0,7 kg.
Balikpapan: Rp30.000. Beras 0,75 kg.
Bontang: Rp18.000, Rp15.500. Beras 0,675 kg.
Kutai Kartanegara: Rp30.000. Beras 0,7 kg.
Kutai Timur: Rp25.000. Beras 0,7 kg.
Kutai Barat: Rp40.000. Beras 0,7 kg.
Penajam Paser Utara: Rp45.000. Beras 0,7 kg.
Paser: Rp22.000. Beras 0,8 kg.
Berau: Rp40.000. Beras 0,675 kg.
Mahakam Ulu: Rp30.000. Beras 0,75 kg.
“Fidyah ditetapkan dan dibayarkan per hari per jiwa,” tegas Abdul Khaliq.
Imbauan Kemenag: Jangan Mepet
Kemenag Kaltim mengimbau masyarakat agar menunaikan zakat fitrah sejak awal Ramadan. Jangan menunggu malam takbiran atau mepet baru mencari panitia zakat. Semakin cepat ditunaikan, semakin cepat pula disalurkan kepada mustahik atau penerima zakat.
Pembayaran bisa dilakukan melalui panitia zakat di masjid, lembaga amil zakat resmi, maupun unit pengumpul zakat di lingkungan masing-masing. Pastikan juga menyalurkan melalui lembaga terpercaya agar distribusi tepat sasaran.
Penetapan ini diharapkan membuat pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah di Kalimantan Timur berjalan tertib, seragam, dan tetap menyesuaikan kondisi ekonomi tiap daerah. Beda harga beras, beda pula nominalnya. Adil dan proporsional, biar ibadah tetap rasional.
Dengan menunaikan zakat fitrah dan fidyah 2026 Kaltim tepat waktu, kita bukan cuma menggugurkan kewajiban, tapi juga menebar keberkahan. Karena di balik angka-angka itu, ada senyum mustahik yang menanti. Ramadan bukan cuma soal lapar dan dahaga, tapi juga soal peduli sesama. (*)









