Nusantara

Zian Muhammad Fahrezi Qori Cilik Asal Bima Menggema di Istana, Presiden Prabowo Beri Apresiasi

Sekaltim.co – Suara merdu Zian Muhammad Fahrezi qori kecil dari Bima menggema di tengah pesan kepemimpinan, keadilan, dan perjuangan melawan korupsi, di Istana Negara, Selasa malam 10 Maret 2026. Siapa sangka, suara merdu yang mengalun itu datang dari seorang anak berusia 11 tahun.

Nada dari Zian Muhammad Fahrezi seolah menjadi pengingat masa depan bangsa juga lahir dari generasi yang menjaga nilai-nilai Al-Qur’an.

Malam itu suasana Istana Negara terasa khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di ruang peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan.

Zian Muhammad Fahrezi merupakan seorang qori atau pelantun Al-Quran cilik asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tokoh nasional, Zian membacakan Surah An-Najm ayat 1 hingga 20 dengan suara yang memikat.

Momen itu terjadi pada Selasa malam, 10 Maret 2026, sebelum ceramah hikmah Nuzulul Qur’an disampaikan oleh cendekiawan muslim Muhammad Quraish Shihab di Istana Negara.

Saat diperkenalkan oleh Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB, Presiden Prabowo tampak terkesan.

“Pak Presiden, Ananda Zian Muhammad Fahrezi ini dari Bima. Cucu dari Qori Internasional almarhum Ramli Ahmad,” ujar TGB.

“Oh, ya. Luar biasa. Anak yang hebat,” jawab Presiden.

Prabowo kemudian menghampiri Zian, memberikan motivasi, bahkan menyerahkan hadiah pribadi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi sang qori cilik.

Zian memang bukan sosok biasa. Ia baru saja menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat internasional di Irak. Prestasi itu menambah daftar panjang qori berbakat yang lahir dari daerah Bima.

Tak heran jika banyak pihak menyebut Bima sebagai salah satu daerah yang tidak pernah kehabisan talenta dalam seni membaca Al-Qur’an.

Namun malam itu bukan hanya tentang lantunan ayat suci. Dalam sambutannya pada peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan penting tentang kepemimpinan dan tanggung jawab negara.

Menurutnya, perdamaian tidak bisa tercapai hanya dengan doa atau harapan semata. Diperlukan kerja keras, kesungguhan, serta komitmen untuk mengelola kekayaan bangsa demi kesejahteraan rakyat.

“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik, yang dilarang oleh semua agama,” tegas Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik korupsi yang dinilai merusak sendi-sendi ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Quraish Shihab menyampaikan ceramah yang sarat pesan moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa perdamaian sejati tidak boleh mengorbankan keadilan.

Ia bahkan menyampaikan doa khusus untuk Presiden Prabowo.

Dalam ceramahnya, Quraish mengutip pesan gurunya, ulama besar Mesir Muhammad Mutawalli Al-Sha’rawi, tentang makna kekuasaan sebagai amanah dari Tuhan.

“Kekuasaan bersumber dari Tuhan YME. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak-Nya, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun durhaka,” ujar Quraish mengutip gurunya.

Ia kemudian memanjatkan doa agar Prabowo diberi kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

“Kalau Yang Mulia menjabat jabatan ini karena takdir untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, kami berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami pun akan ikut membantu. Itu doa kami kepada bapak,” ucapnya.

Menanggapi pesan tersebut, Presiden Prabowo mengaku semakin menyadari bahwa kepemimpinan bukan sekadar kekuasaan, melainkan amanah besar untuk melindungi rakyat.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari pada Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dan bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” kata Prabowo.

Menurutnya, kekuasaan harus digunakan untuk membela kebenaran, menegakkan kejujuran, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Malam peringatan Nuzulul Qur’an yang menghadirkan Zian Muhammad Fahrezi itu pun berakhir dengan doa bersama yang dipimpin Quraish Shihab. Sebuah doa singkat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, namun penuh makna. (*)

Zian Muhammad Fahrezi, qori cilik asal Bima saat disapa Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, di malam Nuzulul Quran, 10 Maret 2026. (Foto: Dok. TGB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!