Mahakam Ulu

Bupati Mahakam Ulu Luncurkan Aplikasi SMPeQ untuk Awasi APBD

Sekaltim.co – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Bonifasius Belawan Geh, resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Monitoring dan Pengendalian Pembangunan Quo atau SMPeQ. Aplikasi ini merupakan instrumen digital pengendalian dan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun 2025.

Grand launching SMPeQ Mahakam Ulu berlangsung di HARRIS Hotel Samarinda, Selasa, 2 September 2025, dan dihadiri jajaran pejabat Pemkab Mahulu.

Turut mendampingi Bupati Mahulu, Sekretaris Daerah Stephanus Madang, yang ikut membuka peluncuran aplikasi berbasis e-pengendalian APBD tersebut.

Kehadiran SMPeQ menjadi langkah nyata Pemkab Mahulu dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam sambutan, Bupati Bonifasius Belawan Geh menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan hanya deretan angka pada laporan tahunan, tetapi instrumen strategis penentu arah pembangunan.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pengelolaan APBD wajib dilakukan secara efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan akuntabel.

“APBD harus berorientasi pada hasil. Setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dapat ditelusuri manfaatnya bagi masyarakat. Jika hanya berhenti sebagai formalitas, maka APBD gagal menjalankan fungsinya sebagai instrumen pembangunan,” tegas Bonifasius dikutip dari Diskominfostandi, Ka.

Ia menjelaskan, aplikasi SMPeQ hadir sebagai jawaban atas kebutuhan transparansi keuangan daerah. Melalui sistem digital ini, Pemkab Mahulu dapat memantau progres fisik maupun keuangan program pembangunan secara real-time. Setiap potensi keterlambatan maupun penyimpangan bisa segera terdeteksi melalui fitur early warning system.

Namun, Bupati mengingatkan agar aplikasi ini tidak berhenti sebagai simbol modernisasi. “Kita tidak butuh aplikasi yang hanya mempercantik laporan atau sekadar mengikuti tren digital. Yang kita butuhkan adalah sistem yang hidup, dipakai konsisten, dan benar-benar mendukung pengambilan keputusan,” ujarnya.

SMPeQ akan dikembangkan dalam tiga tahap. Jangka pendek, aplikasi harus sederhana, optimal, dan konsisten digunakan perangkat daerah. Jangka menengah, dilakukan evaluasi serta integrasi dengan sistem lain. Jangka panjang, SMPeQ ditargetkan menjadi backbone system bagi pengambilan keputusan strategis pemerintah daerah.

Bupati juga menekankan pentingnya disiplin perangkat daerah dalam memasukkan data. Menurutnya, kualitas data sepenuhnya bergantung pada komitmen pengguna. “Jangan sampai aplikasi ini hanya digunakan oleh satu-dua orang saja. Setiap angka yang diinput menentukan arah pembangunan daerah,” katanya.

Usai peluncuran, peserta mengikuti pemaparan teknis dari CV. Borneo Inticena Teknologi yang disampaikan oleh Baskoro Guntur Angkoso, S.Kom. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pendampingan teknis aplikasi bersama tim CV. Borneo Inticena Teknologi dan Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang).

Bupati berharap aplikasi SMPeQ Mahakam Ulu ini benar-benar menjadi instrumen transformasi pembangunan Mahakam Ulu. “Keberhasilan aplikasi ini akan sangat ditentukan oleh komitmen, disiplin, dan kerja sama kita semua. Jangan biarkan aplikasi ini menjadi formalitas belaka, melainkan harus memberi dampak nyata bagi pembangunan dan kepercayaan publik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button