Gubernur Kaltim Arahkan PJUTS Fokus untuk Desa Terpencil
Sekaltim.co – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan pengadaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) harus difokuskan sepenuhnya untuk wilayah pedalaman dan desa terpencil yang belum teraliri listrik PLN. Ia menilai pemasangan PJUTS di daerah yang sudah terang oleh listrik negara tidak tepat sasaran dan berpotensi mengabaikan rasa keadilan sosial.
Penegasan PJUTS Kaltim untuk desa terpencil itu disampaikan Rudy Mas’ud saat kunjungan kerja meninjau pemasangan 115 unit PJUTS di ruas jalan kawasan pesisir Muara Badak hingga batas Kota Bontang, Desember 2025, pekan lalu. Menurutnya, program berbasis energi terbarukan tersebut semestinya menyasar daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan penerangan dasar.
“PJUTS ini tidak pas untuk daerah yang sudah ada listrik PLN,” tegas Rudy Mas’ud di sela peninjauan lapangan, dikutip dari keterangan resmi Pemprov Kaltim, Senin 5 Januari 2026.
Ia menekankan, masih banyak warga di wilayah pedalaman Kaltim yang hingga kini hidup tanpa akses listrik memadai. Pada malam hari, masyarakat hanya mengandalkan penerangan seadanya, sehingga aktivitas dan mobilitas menjadi sangat terbatas. Kondisi inilah yang menurut Rudy harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kota sudah terang dengan listrik PLN. Saudara-saudara kita di pedalaman jauh lebih membutuhkan. Di Melak masih ada desa yang belum berlistrik, Mahakam Ulu juga, di Berau, di Kutai Kartanegara juga masih ada. Ini yang harus diprioritaskan,” ujarnya.
Rudy Mas’ud menegaskan efisiensi anggaran pemerintah harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok bawah dan warga di wilayah terpencil. Ia meminta agar setiap program pembangunan, termasuk pengadaan PJUTS, benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Dalam perjalanan menyusuri jalur pesisir dari Kutai Lama, Muara Badak, hingga batas Bontang, Gubernur mendapati jaringan listrik PLN sudah terkoneksi dengan baik. Hal itu terlihat dari keberadaan tiang dan kabel listrik yang terpasang rapi di sepanjang jalan.
Namun demikian, Rudy juga menyayangkan masih minimnya lampu penerangan jalan umum di jalur tersebut. Meski aliran listrik tersedia, banyak ruas jalan dipastikan tetap gelap pada malam hari karena tiang-tiang listrik belum dilengkapi lampu PJU.
Gubernur Rudy Mas’ud lalu meminta Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, untuk segera berkoordinasi dengan pihak PLN. Tujuannya agar pemasangan lampu penerangan jalan dapat dilakukan secara optimal tanpa harus mengandalkan PJUTS di wilayah yang sudah berlistrik.
“Tolong Pak Yus koordinasikan dengan pihak PLN agar dipasang tiang-tiang lampunya,” kata Rudy.
Gubernur berharap pemasangan PJUTS untuk desa terpencil di Kaltim bisa sinergi antara pemerintah daerah dan PLN sehingga mempercepat pemerataan penerangan jalan, sekaligus memastikan penggunaan anggaran PJUTS tepat sasaran, adil, dan berpihak pada masyarakat pedalaman Kalimantan Timur. (*)







