News Sekaltim

Gubernur Kaltim Paham Sentilan Presiden Soal Mobil Dinas 8 M, Pesannya Jelas: Efisiensi Anggaran

Sekaltim.co – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, memahami sentilan Presiden Prabowo Subianto terkait isu mobil dinas seharga Rp 8 miliar. Presiden ke-8 ini menyentil penggunaan kendaraan mewah oleh salah seorang kepala daerah saat bertemu dengan tokoh pers dan pakar belum lama ini.

Sindiran Presiden terkait mobil dinas Rp 8 miliar itu mengarah kepada Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim. Pengadaan mobil dinas itu sebelumnya menghebohkan publik karena nilainya yang fantastis di tengah efisiensi anggaran.

Sorotan semakin tajam lantaran pernyataan Prabowo Subianto yang membandingkan penggunaan kendaraan pejabat daerah dengan kendaraan operasional presiden.

Ia mencontohkan penggunaan kendaraan Maung Produksi Pindad yang merupakan kendaraan taktis produksi dalam negeri. Nilai mobil Maung ini jauh lebih rendah, yakni di kisaran Rp700 juta-Rp1 miliar.

Menurut Gubernur Rudy, pesan Presiden Prabowo Subianto jelas: efisiensi anggaran harus menjadi perhatian serius, bahkan dalam hal fasilitas penunjang jabatan.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan pihaknya telah mengambil langkah untuk mengembalikan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim itu.

“Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya kami sudah mengembalikan mobil ini dan administrasinya sudah selesai di tanggal 11 Maret,” ujarnya, Sabtu 21 Maret 2026.

Ia menjelaskan, keputusan itu diambil bukan semata karena sorotan nasional. Keputusan pengembalian mobil dinas seharga Rp8,5 miliar itu sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang berkembang luas di daerah.

“Pertama, dengan mendengarkan banyaknya aspirasi daripada masyarakat, menimbang, melihat situasi dan kondisi. Kami sudah mengembalikan kendaraan Pemprov Kaltim yang seyogyanya akan kita pergunakan untuk kegiatan pembangunan,” katanya.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah aktif memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk mengingatkan semuanya. Kami sangat mendengarkan seluruh kritik dan saran, dan kami sangat menerima itu,” paparnya.

Pria kelahiran 1 Juni 1980 ini memastikan bahwa pengembalian kendaraan dinas bukan hanya sekadar langkah simbolik. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan kendaraan akan dialihkan ke sektor yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan lebih bisa bermanfaat untuk kegiatan pembangunan yang sifatnya standar pelayanan minimum, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk juga kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.

Menunjang aktivitas kedinasan, Gubernur Rudy mengaku saat ini menggunakan kendaraan yang tersedia maupun kendaraan pribadi, termasuk saat turun langsung ke lapangan. Ia bahkan menyebut kerap mengemudi sendiri agar dapat melihat langsung kondisi riil di masyarakat.

“Saya bawa kendaraan sendiri agar bisa melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan, apa yang harus kita benahi,” tuturnya.

Gubernur kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kaltim jika terdapat kebijakan yang sebelumnya kurang berkenan, sekaligus mengajak publik untuk terus mengawal jalannya pembangunan di Benua Etam. “Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kami mohon untuk bisa dikawal, kita bersama-sama membangun Kaltim,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!