KutimPemprov Kaltim

Jembatan Nibung Kutim Diresmikan Gubernur Kaltim, ke Berau Lebih Cepat 4 Jam

Kutim, Sekaltim.co – Jembatan Nibung diresmikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, Selasa, 24 Februari 2026 di hadapan masyarakat Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim).

Peresmian Jembatan Nibung Kutim ini menjawab penantian panjang warga Kadungan Jaya dan Pelawan setelah 13 tahun menunggu dalam sabar yang tak pernah luntur dan menjadikanny hari yang terukir indah.

Sorak warga pecah, harap pun merekah. Jembatan yang membentang di atas aliran sungai ini bukan sekadar rangka baja yang kokoh dan megah. Bagi gubernur, Jembatan Sei Nibung adalah tanda negara hadir tanpa pamrih, menjawab kebutuhan rakyat dengan aksi nyata yang tak lagi janji belaka.

“Mudah-mudahan jembatan ini memberi manfaat besar. Ini bukan hanya milik kita, tapi milik kita semua,” ujar Rudy Mas’ud penuh makna, suaranya menggema di tepian sungai yang kini tak lagi memisahkan dua desa.

Selama lebih dari satu dekade, warga harus bergantung pada feri. Saat air surut, antrean mengular berjam-jam, perjalanan terasa panjang dan melelahkan. Kini, roda kendaraan bisa melaju tanpa ragu. Distribusi barang lebih cepat, mobilitas warga makin hemat waktu dan tenaga. Infrastruktur ini membuka akses Kutim Berau yang sebelumnya terasa jauh, kini menjadi lebih mudah ditempuh.

Tak tanggung-tanggung, jarak menuju pesisir Berau dapat terpangkas hingga kurang lebih 140 kilometer. Waktu tempuh yang sebelumnya harus memutar lewat Wahau kini bisa dipersingkat hingga empat jam lebih cepat. Dampaknya terasa langsung pada sektor ekonomi dan pariwisata, terutama menuju kawasan Talisayan dan sekitarnya yang terkenal dengan pesona baharinya.

Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur bukan hanya tentang beton dan baja, tetapi tentang akses ekonomi yang terbuka luas. Ada investasi yang masuk deras, ada lapangan kerja yang tercipta lepas, dan pada akhirnya kesejahteraan rakyat meningkat tanpa sekat.

“Kawasan utara Kaltim, khususnya pesisir, harus maju. Tidak boleh ada desa tertinggal,” tegasnya lantang.

Dengan peresmian Jembatan Nibung Kutim, poros transportasi darat antar kabupaten kini benar-benar terhubung. Akses penghubung Kutai Timur dan Berau menjadi lebih efisien dan produktif. Desa-desa di sekitar jembatan diharapkan tumbuh lebih progresif, ekonomi bergerak lebih agresif.

Namun untuk tahap awal, kendaraan yang dapat melintas masih terbatas pada mobil pribadi roda empat jenis sedan, pick up, serta sepeda motor. Meski demikian, masyarakat tetap bersyukur karena penantian panjang akhirnya terbayar lunas.

Jembatan Nibung Kutim bukan sekadar penghubung daratan, tetapi jembatan harapan bagi masa depan pesisir Kaltim yang lebih cepat, tepat, dan sejahtera merata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!