Lapas Narkotika Samarinda Razia Hunian WBP Jelang Nataru
Samarinda, Sekaltim.co – Lapas Narkotika Samarinda melaksanakan razia penggeledahan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis 18 Desember 2025, malam. Razia ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk mencegah peredaran barang terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan dalam memperkuat pengamanan serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, langsung memimpin razia tersebut disertai jajaran Satuan Operasional Kepatuhan Internal dan Pengamanan (Satops Patnal) Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kaltim.
Kegiatan ini turut didampingi Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Jaka Prihatin, beserta jajaran pengamanan, serta melibatkan unsur TNI dari Kodim 0901 Samarinda dan Polri dari Polresta Samarinda.
Sebelum pelaksanaan razia, Kepala Lapas Narkotika Samarinda memberikan arahan kepada seluruh petugas agar kegiatan dilakukan secara profesional, humanis, dan sesuai dengan standar operasional prosedur pemasyarakatan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban tanpa mengesampingkan prinsip pembinaan terhadap warga binaan.
Proses penggeledahan dilakukan secara menyeluruh di blok hunian WBP.
Berdasarkan hasil razia, petugas tidak menemukan adanya narkotika maupun barang terlarang lainnya, termasuk alat komunikasi ilegal berupa telepon genggam.
Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan terkendali.
Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Kaltim, Endang Lintang Hardiman, menegaskan bahwa razia dan tes urine merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba dan barang terlarang.
Ia menekankan bahwa tugas pemasyarakatan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membina dan membimbing warga binaan agar patuh terhadap peraturan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
“Hasil razia dan tes urine, seluruh area Lapas Narkotika Samarinda dalam situasi aman dan kondusif. Semoga hal ini dapat terus terjaga kedepannya,” Harap Kakanwil Ditjenpas Kaltim, Endang Lintang Hardiman.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Jaka Prihatin, menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung program Pemasyarakatan PRIMA.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan berintegritas, khususnya menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional.
“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kami (petugas Lapas Narkotika Samarinda) untuk mensukseskan program pimpinan, utamanya dalam memberantas peredaran narkoba dan handphone ilegal dari dalam UPT Pemasyarakatan,” ungkapnya.
Usai razia Lapas Narkotika Samarinda berlangsung, tes urine dilakukan terhadap 40 orang WBP yang dipilih secara acak dari sejumlah kamar hunian. Tes urine dilakukan dengan pendampingan tenaga medis Lapas Narkotika Samarinda. Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh WBP dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika dan zat terlarang. (*)









