News Sekaltim

Misi Kaltim Peduli untuk Aceh, Relawan Bertahan Bantu Pemulihan

Sekaltim.co – Mengusung misi kemanusiaan Kaltim Peduli di lokasi bencana Aceh telah memasuki tujuh hari. Tim relawan gabungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov) menapakkan kaki di Tanah Rencong sebanyak puluhan personel dari BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kaltim.

Tim relawan Kaltim Peduli ini terus berjibaku membantu penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang hingga 24 Desember 2025.

Kehadiran tim relawan ini menjadi salah satu pilar penting dalam masa tanggap darurat bencana yang telah diperpanjang hingga 25 Desember 2025. Meski dihadapkan pada lumpur tebal, keterbatasan akses, serta minimnya ketersediaan air bersih, semangat para relawan tak surut untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama. Sejak tiba di lokasi, tim Dinas Kesehatan Kaltim langsung bergerak menyisir titik-titik pengungsian di Kecamatan Manyak Payed dan Karang Baru.

Puncak pelayanan terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025, ketika sebanyak 318 pasien berhasil dilayani hanya dalam satu hari. Keluhan yang ditangani didominasi penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi kulit, serta hipertensi.

Di tengah keterbatasan fasilitas, tim medis tetap memberikan layanan kesehatan lanjutan, seperti pemeriksaan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil hingga tindakan medis sederhana lainnya. Lumpur tebal yang sempat menutupi area Puskesmas Manyak Payed tidak menyurutkan langkah tenaga kesehatan untuk terus melayani warga.

Sementara itu, tim Tagana Dinas Sosial Kaltim memastikan kebutuhan pangan warga pengungsian terpenuhi. Dari Posko Terpadu Kabupaten Aceh Tamiang, mereka memproduksi sekitar 6.000 bungkus nasi setiap hari. Menu makanan disusun bergizi dan bervariasi guna menjaga stamina warga maupun petugas di lapangan.

Peran BPBD Kaltim juga sangat krusial dalam mendukung kelancaran operasi kemanusiaan.

Selain menjadi penghubung koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BPBD terlibat langsung dalam evakuasi kendaraan warga, pemasangan tenda darurat, pembersihan fasilitas umum, hingga normalisasi Puskesmas Manyak Payed agar dapat kembali beroperasi.

Aspek pemulihan psikologis turut diperhatikan melalui persiapan Layanan Dukungan Psikososial bagi anak-anak pengungsi.

Memasuki hari ketujuh, kondisi mulai menunjukkan perbaikan. Cuaca cerah membantu mengeringkan genangan air, sementara aktivitas ekonomi warga perlahan kembali dengan dibukanya pasar dan pertokoan sejak Senin, 22 Desember 2025. Meski demikian, kebutuhan air bersih dan fasilitas MCK masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Misi Kaltim Peduli menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan melampaui jarak geografis. Bagi relawan Kalimantan Timur, duka Aceh Tamiang adalah duka bersama yang harus dihadapi dengan gotong royong dan kepedulian. (*)

Sumber: BPBD Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!