Pelantikan Pejabat Kukar 2026, Bupati Aulia Targetkan Adipura dan Kawasan Ekonomi Khusus
Kukar, Sekaltim.co – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri resmi melakukan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Jumat 6 Februari 2026 sore, dengan satu pesan tegas: Kukar siap gas mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutan usai pelantikan di hadapan para pejabat Kukar yang baru dilantik, Aulia menekankan pentingnya kerja cepat, kerja tepat, dan kerja nyata. Ia menegaskan seluruh perangkat daerah harus seirama dengan kebijakan nasional, terutama program prioritas pemerintah pusat.
Sejumlah program strategis nasional menjadi fokus utama Pemkab Kukar. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pengembangan kampung nelayan, hingga pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Menurut Bupati Aulia, program-program ini bukan sekadar formalitas, tapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapan saya, akan ada laporan setiap hari kepada saya terkait program presiden,” tegas Aulia Rahman Basri dalam sambutan pelantikan yang disiarkan live di kanal Youtube Prokom News Kukar.
Tak hanya bicara soal pusat, Aulia juga menyoroti target besar Kukar di bidang lingkungan. Ia secara terbuka memasang mimpi meraih kembali Piala Adipura pada 2027. Target itu bukan omon-omon, karena tahun 2026 sudah dipatok sebagai tahun persiapan serius.
“Harapan saya bisa meraih Adipura 2027. Kita baru dapat satu kali. Tahun 2026 kita siapkan milestone, 2027 kita gas mengarah ke sana,” ujarnya penuh optimisme.
Lebih jauh, Aulia juga mengulas rencana strategis jangka panjang Kukar. Salah satunya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Kawasan Ekonomi Khusus Kukar ini disiapkan untuk memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing daerah di tengah ketatnya persaingan antarwilayah.
Dalam nada reflektif, Aulia mengajak seluruh jajaran Pemkab Kukar untuk berani melakukan introspeksi. Ia menyoroti fakta bahwa Kukar kaya sumber daya, namun belum maksimal dalam mengolahnya menjadi nilai tambah ekonomi.
“Apa yang salah dengan Kutai Kartanegara? Kita punya lahan sawit, tapi refinery ada di Bontang yang tidak punya lahan sawit. Kok pabrik pupuk tidak ada di Kukar. Kalau bicara raw material, ada di sini semua. Di mana masalahnya? Apa yang salah dengan Kutai Kartanegara ini. Menurut hemat saya kita bisa melakukan introspeksi,” kata Aulia.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkab Kukar akan serius membenahi berbagai pekerjaan rumah (PR) yang selama ini menghambat optimalisasi potensi daerah. Mulai dari hilirisasi industri, peningkatan pendapatan asli daerah, hingga penguatan kesehatan fiskal.
Pelantikan pejabat Kukar ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah titik start bagi Kukar untuk berlari lebih kencang—menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, menggali potensi lokal, serta menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)









