BontangNusantara

Polri MoU dengan Pupuk Indonesia Kawal Distribusi sampai Petani

Bontang, Sekaltim.co – Komitmen menjaga ketahanan pangan nasional terwujud melalui MoU Polri dengan Pupuk Indonesia Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu memastikan Polri siap mengawal distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tepat waktu demi mendukung produktivitas petani Indonesia.

Penegasan dan MoU Polri bersama Pupuk Indonesia ini disampaikan Kapolri saat menghadiri peresmian proyek revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis, 29 Januari 2026.

Dalam momen strategis tersebut, Polri bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pendistribusian pupuk di seluruh wilayah Indonesia.

MoU ini menjadi langkah konkret untuk memastikan pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan, sekaligus menutup celah penyimpangan dalam proses penyaluran.

Kapolri menegaskan, tertibnya distribusi pupuk menjadi kunci penting peningkatan produktivitas pertanian. Jika pupuk tepat waktu dan tepat sasaran, maka hasil panen ikut terdongkrak dan cita-cita swasembada pangan nasional bukan sekadar wacana.

“Kami melaksanakan penandatanganan MoU untuk pendistribusian pupuk. Sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai di masyarakat petani yang membutuhkan,” ujar Kapolri.

Penandatanganan MoU antara Polri dan PT Pupuk Indonesia ini juga menegaskan sinergisitas tugas dan fungsi kedua institusi dalam penyediaan pupuk nasional.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata peran Polri yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir mengawal sektor strategis demi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Di sisi lain, proyek revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim turut menjadi sorotan. Peremajaan pabrik ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi hingga 16 persen.

Tak hanya soal teknologi, revamping ini juga menurunkan emisi secara signifikan, membuat pabrik lebih ramah lingkungan dan andal dalam mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

Ketepatan waktu dan kecukupan pupuk disebut sebagai faktor penentu utama keberhasilan produksi pertanian. Karena itu, apresiasi disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan rantai pasok pupuk nasional.

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Masud, turut menyampaikan apresiasi atas MoU antara Polri dan PT Pupuk Indonesia. Ia menilai langkah ini memberikan rasa aman bagi petani, khususnya di Benua Etam.

“Kami merasa tenang melihat kehadiran Bapak Kapolri hari ini. Dan ini bukti bagaimana Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi paling utama bagaimana memastikan stok dan distribusi pupuk aman bagi petani Kaltim bahkan Indonesia,” kata Rudy Masud.

Menurut Gubernur, distribusi pupuk selama ini kerap menjadi titik rawan penyelewengan yang berdampak pada ketersediaan dan harga pangan.

Dengan MoU Polri bersama Pupuk Indonesia dalam pengawalan distribusi, ia optimistis musim tanam dapat berjalan lancar dan stabilitas pangan nasional tetap terjaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!