Nusantara

Presiden Prabowo Tinjau Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Minta Maaf Belum Datangi Semua Titik

Sekaltim.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana dengan meninjau langsung pembangunan rumah hunian sementara yang dibangun oleh Danantara di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan pada hari pertama tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam satu bulan pascabencana.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo mengakui belum dapat mengunjungi seluruh daerah terdampak bencana di Indonesia. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah yang belum sempat dikunjungi, meski laporan dari berbagai pihak terus diterimanya.

“Saya tahu saya dapat laporan dari beberapa pihak, dari Mendagri, dari Gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya kok Presiden belum sampai. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujar Prabowo saat memberikan pengarahan pada rapat terbatas usai peninjauan yang disiarkan langsung di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, pemerintah memprioritaskan kehadiran di wilayah yang tengah menjalankan kegiatan penting dan memiliki dampak bencana yang besar. Namun, Prabowo memastikan akan tetap berupaya mengunjungi daerah lain yang terdampak parah.

Di Aceh Tamiang, Presiden mengecek langsung 600 unit pertama dari total 15.000 unit rumah hunian yang ditargetkan dibangun oleh Danantara dalam waktu tiga bulan. Hingga 1 Januari 2026, sebanyak 198 unit telah selesai dibangun, dan seluruh 600 unit ditargetkan siap huni pada 8 Januari 2026.

“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan suatu pekerjaan yang saya lihat baik ya. Ini membangun 600 hunian dalam waktu singkat, itu suatu prestasi. Nanti kita tentunya saya minta dan antara koordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah ya dengan gubernur dan bupati masing-masing supaya tidak tumpang tindih,” kata Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan bahwa dalam kurun satu bulan pascabencana, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan lebih dari 1.000 unit rumah hunian di tiga provinsi, bersamaan dengan perbaikan fasilitas publik secara bertahap.

Hunian sementara di Aceh Tamiang dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare milik BUMN, dengan rencana pembangunan 2.500 unit rumah. Di seberang kawasan tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan hunian tetap di lahan seluas 3,5 hektare. Fasilitas yang disediakan meliputi air bersih, listrik, tempat ibadah, klinik, area bermain anak, akses jalan utama, hingga WiFi gratis.

Peninjauan dilakukan Presiden Prabowo bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem. Keduanya terlihat berada dalam satu mobil Maung putih berpelat RI-1 dan menyapa warga yang berjejer di sepanjang jalan. Prabowo juga sempat turun untuk bersalaman dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan progres pembangunan hunian, termasuk penyediaan dapur umum, mushola, taman bermain, serta perlengkapan dasar seperti tempat tidur dan kipas angin.

Presiden turut memberikan perhatian khusus pada aspek kenyamanan hunian, terutama terkait penggunaan atap seng yang dinilai panas. Ia meminta agar diberikan lapisan tambahan dari bahan lokal untuk mengurangi suhu di dalam rumah.

“Solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal, anyaman atau ijuk, dilapisi di bawah seng. Tidak perlu bahan mahal, yang sederhana tapi efektif,” kata Prabowo.

Presiden menggelar rapat terbatas bersama 10 menteri, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta jajaran terkait untuk membahas percepatan penanganan dan pendataan warga yang akan menempati hunian tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!