News Sekaltim

Revamping Pabrik Amonia Pupuk Kaltim, Naikkan Efisiensi Turunkan Emisi

Bontang, Sekaltim.co – Pemerintah meresmikan Proyek Revamping atau Peremajaan Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Kamis 29 Januari 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting penguatan industri pupuk nasional menuju sistem yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.

Dalam agenda peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kaltim tersebut, Direktur Utama PIHC Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa peremajaan Pabrik-2 merupakan bagian dari program besar revitalisasi tujuh pabrik pupuk dalam lima tahun ke depan. Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi industri, menjaga keterjangkauan harga pupuk bagi petani, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.

“Proses peremajaan ini sangat penting tidak hanya operasional tapi mempunya nilai historis yang sangat kuat bagi industri pupuk nasional. Pabrik-2 ini dulu diresmikan 29 Oktober 1984 oleh Bapak Presiden Soeharto ketika Indonesia mencapai swasembada pangan. Dan pabrik ini diremajakan ketika baru saja diumumkan Bapak Presiden Prabowo bahwa Indonesia mencapai swasembada pangan,” kata Rahmad.

Setelah revamping, pabrik ini diproyeksikan mampu menurunkan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton amonia, memangkas emisi karbon sekitar 110.000 ton CO₂ per tahun, serta menghasilkan penghematan biaya produksi signifikan berkat peningkatan efisiensi energi dan teknologi.

Peresmian ini turut dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta jajaran pimpinan Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa Pupuk Kaltim merupakan produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, sekaligus aset strategis nasional. Menurutnya, revamping ini memastikan keandalan pasokan pupuk nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pupuk Kalimantan Timur secara lebih optimal.

““Revamping ini bukan sekadar mengganti mesin yang sudah uzur (tua), tetapi bagaimana pabrik ini mampu meningkatkan keandalan pasokan pupuk nasional,” tegas Rudy.

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut revamping ini sebagai fondasi utama pembangunan pertanian modern. Ia menekankan bahwa efisiensi 16 persen yang dihasilkan setara dengan penghematan sekitar Rp200 miliar per tahun serta penurunan emisi hingga 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun.

“Kalau terlambat satu minggu pupuk, itu bisa hilang satu ton produksi. Tahun 2023–2024, akibat pupuk terlambat dan volumenya tidak cukup, kita terpaksa impor 7 juta ton nilainya kurang lebih Rp100 triliun. Tetapi karena kinerja Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim luar biasa, produksi kita naik dan nilainya mencapai Rp132 triliun,” ujar Mentan.

Titiek Soeharto menegaskan bahwa industri pupuk merupakan instrumen strategis negara dalam menjaga kedaulatan pangan. Menurutnya, revamping ini membuktikan bahwa pembangunan industri dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan.

“Melalui teknologi modern, efisiensi energi dan gas alam dapat ditingkatkan serta emisi ditekan hingga sekitar 110 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun. Ini membuktikan bahwa pembangunan industri dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Titiek.

Peresmian proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk terus memperkuat fondasi industri pupuk nasional sebagai penopang utama swasembada pangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!