KutimPerkara

Seorang Anak Meninggal Saat Banjir Rendam Desa Lung Melah Kutai Timur

Kutim, Sekaltim.co – Kabar duka itu datang dari Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun bernama Lawing, yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, ditemukan meninggal dunia di tengah banjir yang melanda Desa Lung Melah, Jumat pagi, 12 Desember 2025.

Peristiwa tragis Lawing ditemukan meninggal saat permukiman warga masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi itu menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan menyulitkan proses evakuasi serta pencarian korban.

Lawing sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis malam hari, 11 Desember 2025. Warga jasad korban di kolong rumah warga, tidak jauh dari kediaman korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual oleh warga dengan berjalan di tengah genangan air setinggi dada orang dewasa.

Camat Telen, Petrus Ivung, memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak ditemukan adanya unsur kekerasan atau kejadian mencurigakan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, korban diduga terjatuh dari rumah panggung milik keluarganya yang memiliki struktur cukup tinggi dengan akses tangga yang panjang.

“Ini murni musibah. Anak itu jatuh dari rumahnya sendiri dan mengalami benturan keras di bagian belakang kepala. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau faktor lain,” ujar Petrus Ivung Sabtu 13 Desember 2025.

Ia menjelaskan, banjir yang menggenangi area sekitar rumah korban sejak Kamis, 11 Desember 2025, memperparah kondisi setelah kejadian. Tingginya air membuat warga kesulitan untuk segera mengetahui keberadaan korban. Pada malam kejadian, korban sempat diduga menginap di rumah kerabat sehingga tidak langsung dilakukan pencarian.

“Awalnya dikira menginap di tempat keluarga. Baru pagi harinya, setelah tidak terlihat, warga mulai curiga dan melakukan pencarian bersama,” jelasnya.

Pencarian melibatkan warga Desa Long Melah serta masyarakat dari desa-desa sekitar yang sedang berkumpul untuk kegiatan keagamaan. Warga menyisir area sekitar rumah dan kolong-kolong bangunan yang terendam banjir.

Camat Petrus Ivung menjelaskan kejadian ini murni kecelakaan benturan akibat terjatuh dan bukan karena tenggelam. Korban jatuh, mengalami benturan, lalu terendam air banjir. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa saat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kutai Timur. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keselamatan anak-anak di tengah kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang masih berpotensi terjadi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!