Program BSPS di Kaltim 2025, 655 Rumah Disasar BP3KP Kalimantan II
Sekaltim.co – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025 agar berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima bantuan.
Pada tahun 2025 sebanyak 655 unit rumah penerima BSPS tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Kaltim, menurut Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Anggoro Putro. Setiap penerima bantuan memperoleh dana sebesar Rp20 juta yang disalurkan melalui rekening tabungan, dengan rincian Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
“Penerima BSPS tersebar dalam tiga klasifikasi wilayah, yakni delenisasi perkotaan di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang; perdesaan di Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser; serta wilayah pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Anggoro Putro, Minggu 14 Desember 2025.
Ia menyebutkan, progres pengerjaan BSPS di sejumlah daerah sudah menunjukkan hasil signifikan. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, misalnya, dari 153 penerima bantuan, sebanyak 100 unit rumah telah rampung dan dinyatakan layak huni.
Menurut Anggoro, luasnya wilayah sasaran BSPS menuntut keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, perangkat desa, serta media, untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran. BP3KP Kalimantan II, lanjutnya, terus melakukan pengawasan hingga seluruh pengerjaan selesai.
“Kami minta masyarakat tidak ragu melaporkan kendala di lapangan, seperti keterlambatan material atau kualitas bahan bangunan yang tidak sesuai. Semua itu bisa dikomunikasikan melalui tenaga fasilitator lapangan atau langsung ke tim PPK dan satuan kerja,” jelasnya.
Pengawasan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tenaga fasilitator lapangan (TFL), tim satuan kerja, hingga Balai P3KP Kalimantan II. Selain itu, pemilihan toko bangunan dilakukan melalui mekanisme toko terbuka yang transparan dan partisipatif, dengan melibatkan langsung calon penerima bantuan.
Salah satu penerima BSPS, Amir (61), warga Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, mengaku bersyukur rumahnya hampir selesai diperbaiki.
“Yang pasti, saya sangat bersyukur sekali atas bantuan ini,” kata Amir, nelayan di Balikpapan.
Hal serupa disampaikan Muna, warga Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, yang menyebut kondisi rumahnya kini jauh lebih layak.
“Alhamdulillah, dinding kayu saya diganti dengan kayu yang baru. Sengnya juga yang baru. Dulu itu rumah saya dindingnya keropos dan tidak keropos lagi. Kayu yang datang bagus,” kata Muna.
BP3KP Kalimantan II berharap partisipasi aktif masyarakat terus terjaga agar program BSPS 2025 termasuk di Kaltim benar-benar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hunian warga di Kalimantan Timur. (*)









