Sekaltim.co – Media sosial kembali riuh setelah lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” viral di TikTok dan berbagai platform sejak akhir pekan hingga Senin 5 Januari 2026. Lagu berdurasi 2 menit 35 detik itu terdengar garang, liriknya frontal, bahkan secara eksplisit menyebut nama Slank.
Lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” pun viral dan sebut-sebut sebagai musik Kuburan Band. Publik pun ramai menafsirkan lagu tersebut sebagai balasan keras dari Kuburan Band terhadap Slank.
Narasi itu kian menguat karena kemunculan lagu ini berdekatan dengan rilis “Republik Fufufafa”, karya terbaru Slank yang dianggap menyindir pemerintah dan kondisi sosial-politik Tanah Air. Dalam lirik “Tak Diberi Tulang Lagi”, Slank digambarkan baru lantang mengkritik setelah tak lagi dekat dengan kekuasaan. Sindiran ini memicu perdebatan panas di media sosial soal konsistensi kritik dan relasi musisi dengan pemerintah.
Lirik Lagu Tak Diberi Tulang Lagi
Mana syairnya?
Slank bernyanyi lagi
Gitar tua bersuara
Republik Fufufafa menggema di udara
Nada-nada keras dari jalanan kota
Cerita lama yang kini terbuka
Ada anjing setia sepuluh tahun lamanya
Membelah dan memuja tanpa tanya kenapa
Duduk di kaki kuasa
Menunggu isyarat hidup dari pujian dan janji yang sekarang
Reff
Tapi waktu berputar
Mangkuk tak lagi penuh
Kesetiaan diuji
Saat lapar menyentuh
Tak diberi tulang lagi
Kini dia menggonggong
Pada tuannya sendiri
Suara sumbang pun melolong
Di negeri sandiwara
Topeng mulai terlepas
Jejak digital tersimpan
Tak bisa terhapus
Layar-layar kecil jadi saksi bisu
Ucapan kemarin beradu dengan laku
Apa yang ditanam kini tunggu jadi bukti
Republik ingatan, tapi arsip tak mati
Sekarang waktu berjalan
Piring tak lagi terisi
Kesejatian diuji
Saat lapar menghampiri.
Linimasa bergerak cepat. Lagu itu diputar berulang, disebarkan tanpa jeda, dan disebut-sebut sebagai diss track. Nama Kuburan Band terseret, seolah mereka “turun gunung” untuk menyerang balik Slank. Publik terlanjur percaya sebuah konflik besar sedang terjadi.
Namun cerita itu runtuh hanya oleh satu pernyataan.
Vokalis Kuburan Band, Resa Rizkyan, menegaskan bahwa lagu viral tersebut bukan karya Kuburan Band. Ia menambahkan, Kuburan justru tengah memperkenalkan lagu resmi mereka berjudul “Ajeng”, bukan lagu yang beredar di TikTok. “Boleh bantu viralkan lagu baru Kuburan yang berjudul AJENG, bukan lagu yang viral di TikTok yang hoax, karena itu lagu AI,” tulis Resa di media sosial, Minggu 4 Januari 2026.
Fakta-fakta pun mulai terkuak. Lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” tidak tercatat di Spotify resmi Kuburan, tidak muncul di kanal YouTube mereka, dan tidak pernah dipromosikan melalui media sosial band tersebut. Visual video klipnya juga dinilai janggal, dengan gerakan personel yang tidak natural dan nuansa hitam putih khas konten buatan kecerdasan buatan.
Yang paling mencolok, genre musiknya. Kuburan dikenal dengan rock nyentrik bernuansa horor-humoris, sementara lagu viral ini justru bergenre hip hop atau rap keras, lengkap dengan vokal sintetis khas AI.
Kisah lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” ini terjadi di era AI, ketika suara bisa ditiru, konflik bisa direkayasa, dan publik kerap terjebak pada cerita yang ternyata tak pernah benar-benar ada. Slank tetap dengan “Republik Fufufafa” sebagai karya kritik sosial mereka. (*)









