PaserPerkara

Pencarian Korban Diterkam Buaya Paser Ditutup, Jasad Tak Ditemukan Utuh

Paser, Sekaltim.co – Operasi pencarian korban diterkam buaya di Sungai Sangkuranai, Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, resmi ditutup pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 17.15 WITA. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan upaya pencarian secara maksimal selama dua hari penuh tanpa menemukan keberadaan korban secara utuh.

Korban yang diterkam buaya Paser diketahui bernama Muhammad Helmi (36), warga Desa Kerang, yang dilaporkan hilang setelah diterkam buaya saat menjala udang pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 14.30 WITA. Peristiwa tragis itu terjadi di sekitar Sungai Sangkuranai Blok C47/48, wilayah konsesi PT Pradiksi Gunatama Tbk.

Menurut keterangan saksi berinisial R (43), korban sempat berteriak sebelum akhirnya diseret buaya ke dalam sungai. Saksi yang panik langsung mencari pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut ke aparat setempat. Sejak saat itu, pencarian intensif langsung dilakukan oleh berbagai unsur.

Plt Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarpras Damkar Paser, Achmad Syachruni, mengatakan tim gabungan telah melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Sangkuranai hingga ke arah Sungai Tabru dengan radius pencarian sekitar 15 kilometer. Namun hingga batas waktu operasi, korban tidak ditemukan secara lengkap.

“Tim sudah berupaya maksimal dengan memperluas area pencarian hingga puluhan kilometer. Setelah evaluasi bersama dan mempertimbangkan keselamatan personel serta hasil koordinasi dengan keluarga korban, operasi pencarian resmi kami tutup,” ujar Achmad, dalam keterangan resmi Damkar Paser, 20 Januari 2026.

Selama proses pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Balikpapan, BPBD Kabupaten Paser, Damkar Paser, TNI–Polri, PMI, Satpol PP, pemerintah desa, pihak perusahaan, serta masyarakat setempat bekerja tanpa henti, menyisir sungai dan kawasan sekitarnya.

Meski demikian, pada hari kedua pencarian, warga menemukan potongan tubuh korban di dua titik berbeda. Sekitar 200 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian ditemukan bagian tubuh korban, disusul penemuan potongan kaki kanan sekitar 500 meter ke arah hilir. Sayangnya, bagian tubuh lain seperti kepala dan tangan kiri belum ditemukan hingga operasi resmi ditutup.

Potongan tubuh yang ditemukan langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke rumah duka. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi, dan jenazah dimakamkan pada pukul 11.30 WITA di Pemakaman Umum Desa Petangis.

Kapolsek Batu Engau mengapresiasi keterlibatan semua pihak dan masyarakat yang turut membantu pencarian. Ia menyebut peristiwa ini sebagai pengingat keras akan bahaya buaya di wilayah sungai. “Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dan seluruh tim SAR. Pencarian ini merupakan contoh nyata solidaritas dalam menangani bencana dan musibah di wilayah kita,” ujar Kapolsek.

Sebagai langkah pencegahan korban diterkam buaya di Paser berulang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser kembali mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sungai yang dikenal sebagai habitat buaya, demi mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!