News Sekaltim

Cuaca Ekstrem Mengintai Kaltim, BPBD dan BMKG Minta Warga Waspada

Sekaltim.co – Cuaca ekstrem kembali mengintai Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim resmi mengeluarkan imbauan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca dan iklim ekstrem pada periode Februari hingga Maret 2026.

Warga Benua Etam diminta tak lengah atas ancaman cuaca ekstrem Kaltim, waspada sejak dini, dan saling menjaga demi keselamatan bersama.

Imbauan atas potensi cuaca ekstrem tersebut disampaikan BPBD Kaltim berdasarkan data dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur sejak Januari hingga Maret 2026.

Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

“Mari saling menjaga dan waspada sejak dini untuk keselamatan bersama warga Benua Etam. Wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi,” tulis BPBD Kaltim dalam keterangan resminya melalui media sosial, Jumat, 30 Januari 2026.

BPBD menjelaskan, dinamika atmosfer yang dipengaruhi fenomena La Nina lemah serta perlambatan kecepatan angin di wilayah Kalimantan turut meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.

Kondisi tersebut membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang semakin besar.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori waspada antara lain Kabupaten Mahakam Ulu, Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, serta Kota Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. BPBD mengingatkan, dampak cuaca ekstrem juga dapat memicu genangan air, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas masyarakat.

Untuk memudahkan mitigasi risiko secara mandiri, BMKG kini menyediakan berbagai platform pemantauan cuaca yang bisa diakses masyarakat. Salah satunya layanan Nowcasting melalui https://nowcasting.bmkg.go.id/nowcast/ yang menyajikan pantauan cuaca real-time untuk memprediksi potensi cuaca ekstrem dalam rentang waktu satu hingga enam jam ke depan.

Selain itu, tersedia pula kanal informasi cuaca transportasi darat, penerbangan, dan maritim guna memastikan keselamatan mobilitas masyarakat di kanal http://cuaca.bmkg.go.id/trans untuk info cuaca jalur darat (DWT), penerbangan (Ina-SIAM), dan informasi maritim (Ina-WIS).

BPBD Kaltim juga mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan. Warga diminta mengenali kembali titik rawan banjir dan longsor di lingkungan masing-masing, menyiapkan kebutuhan logistik keluarga, serta memastikan seluruh anggota keluarga memahami jalur evakuasi terdekat.

“Selalu pantau perkembangan cuaca sebelum bepergian, tetap tenang, dan utamakan keselamatan jiwa di atas segalanya,” tegas BPBD.

Apabila masyarakat menemukan potensi bahaya atau berada dalam kondisi darurat terkait bencana, BPBD Kaltim mengimbau untuk segera menghubungi Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalimantan Timur melalui Call/SMS Center yang telah disediakan.

BMKG Kaltim juga mengeluarkan imbauan waspada cuaca ekstrem dan mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengambil langkah antisipatif lebih cepat. Khususnya cuaca pada tanggal 31 Januari-1 Februari 2026. Pesannya satu: cuaca boleh ekstrem, tapi kewaspadaan jangan sampai kendor. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!