Kebun Pisang Kepok Gerecek BBITPH Kaltim di Sepaku Semoi, Dongkrak Ekonomi Lokal Penopang Pangan IKN
Sekaltim.co – UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBITPH) Dinas Pangan TPH Provinsi Kaltim menata kebun pisang kepok gerecek yang tertata rapi, estetik, dan berdaya saing tinggi.
Penataan kebun pisang kepok gerecek ini di atas lahan seluas tiga hektare di wilayah Sepaku Semoi Penajam Paser Utara (PPU).
Di bawah komando Devis Hendra, Kepala BBITPH Prov Kaltim, lahan di PPU ini disulap menjadi produktif. Ini juga menjadi angkah optimis BBITPH Kalimantan Timur dengan gerak cepat dan tepat dalam memanfaatkan lahan.
Bukan sekadar menanam, tetapi menata dengan data. Bukan sekadar tumbuh, tetapi dikelola secara utuh. Kebun ini hadir bukan sebagai “hutan pisang” yang liar dan terbiar, melainkan sebagai kebun modern yang terstruktur, produktif, dan edukatif.
Mengapa harus pisang kepok gerecek? Jawabannya jelas dan tegas. Varietas ini memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang terus meningkat.
Pisang kepok gerecek juga dikenal tahan hama karena menggunakan metode kultur jaringan, sehingga lebih seragam dan minim risiko penyakit. Tak kalah penting, komoditas ini menjadi bahan baku utama UMKM keripik pisang dan camilan sehat yang kini kian digemari pasar.
Devis Hendra menegaskan, proyek kebun benih ini merupakan wujud komitmen nyata BBITPH Kaltim dalam mendukung pertanian modern dan ketahanan pangan daerah, khususnya di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). “Target kita bukan lagi ‘hutan pisang’ yang tumbuh liar, tapi ‘kebun pisang’ yang terkelola dan jadi percontohan bagi masyarakat serta pendukung pangan IKN,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026, dikutip dari Instagram BBITPH Kaltim.
Lokasinya pun sangat strategis. Berada di wilayah PPU yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), kebun ini diproyeksikan menjadi model pengembangan hortikultura berbasis teknologi dan manajemen profesional. Dari total lahan yang digarap, sekitar dua hektar telah didesain secara estetik sebagai area percontohan masyarakat.
Tak hanya mengandalkan bibit unggul hasil kultur jaringan, BBITPH juga menggandeng pihak ketiga untuk memastikan kualitas tanah tetap optimal. Pengaturan pH tanah dilakukan secara terukur, ditambah penggunaan mikroba organik agar tanaman tumbuh sehat, kuat, dan ramah lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pertanian masa kini tak bisa lagi berjalan sendiri, tetapi harus berbasis riset dan sinergi.
Semangat gotong royong pun menjadi energi utama. Devis bersama jajaran stafnya terjun langsung dalam proses penggarapan, menunjukkan bahwa perubahan harus dimulai dari tindakan nyata. Dari lahan kosong menjadi ladang peluang, dari tanah biasa menjadi sumber cuan berkelas.
Kebun pisang kepok gerecek di Sepaku Semoi ini bukan sekadar proyek tanam, melainkan proyek transformasi. Transformasi pola pikir, transformasi tata kelola, dan transformasi ekonomi lokal. Harapannya, masyarakat tak lagi membiarkan pisang tumbuh liar, tetapi mengelolanya secara profesional, sistematis, dan berorientasi pasar.
Jika BBITPH Kaltim berhasil mengembangkan pisang kepok gerecek di Sepaku Semoi dengan konsisten dan berkelanjutan, kebun ini bukan hanya menopang pangan IKN, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan pertanian modern Kalimantan Timur. (*)









