Desa Wisata Kaltim 2026 Masuki Tahap Presentasi, 10 Finalis Berebut Posisi Tiga Besar
Sekaltim.co – Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 resmi memasuki tahapan krusial. Sebanyak 10 desa wisata terbaik dari berbagai kabupaten dan kota mengikuti sesi presentasi serta validasi data untuk menentukan tiga besar desa wisata unggulan Kaltim.
Sesi presentasi 10 Desa Wisata Kaltim 2026 digelar di Ruang Rapat Sapta Pesona Lantai II Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim pada 19 Mei 2026 itu menjadi bagian penting dalam proses penilaian akhir sebelum visitasi lapangan dilakukan dewan juri.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, memimpin langsung jalannya penilaian bersama Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Angit Ding.
Menurut Ririn, penilaian tahun ini lebih strategis karena mengintegrasikan tiga instrumen utama sekaligus. Mulai dari lima indikator desa wisata terbaik, dimensi Wonderful Indonesia Awards (WIA), hingga implementasi Pergub Kaltim Nomor 38 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada keberlanjutan dan penguatan ekonomi lokal.
“Penilaian tahun ini menjadi sangat strategis karena mengintegrasikan tiga instrumen besar sebagai acuan utama,” ujarnya.
Tiga instrumen tersebut mencakup aspek manajemen, produk wisata, fasilitas, lingkungan, kelembagaan, hingga keberlanjutan desa wisata berbasis masyarakat.
1. 5 Aspek Utama Indikator Desa Wisata Terbaik
2. Dimensi Wonderful Indonesia Awards (WIA): Manajemen, Produk, Fasilitas, Lingkungan, dan Kelembagaan
3. Peraturan Gubernur Kaltim No. 38 Tahun 2025: Berfokus pada keberlanjutan, kelembagaan, dan penguatan ekonomi lokal.
Proses penilaian dilakukan secara ketat dan transparan oleh tim juri profesional yang terdiri dari Wied Pratama, Marliana Wahyuningrum, serta I Wayan Lanang Nala.
Setiap finalis mendapat waktu selama 30 menit yang dibagi menjadi sesi presentasi 15 menit dan tanya jawab 15 menit untuk memaparkan inovasi, potensi, serta strategi pengelolaan desa wisata mereka.
Berikut ini 10 finalis Desa Wisata Kaltim 2026.
1. Desa Wisata Pampang – Kota Samarinda
2. Desa Wisata Satimpo Indah – Kota Bontang
3. Desa Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove – Kota Balikpapan
4. Desa Wisata Klempang Sari – Kabupaten Paser
5. Desa Wisata Bangun Rejo – Kabupaten Kutai Kartanegara
6. Desa Wisata Sangkuliman – Kabupaten Kutai Kartanegara
7. Desa Wisata Lutan – Kabupaten Mahakam Ulu
8. Desa Wisata Tanjung Isuy – Kabupaten Kutai Barat
9. Desa Wisata Teluk Harapan – Kabupaten Berau
10. Desa Wisata Bhuana Sari Bumi Rapak – Kabupaten Kutai Timur
Selanjutnya, dewan juri akan menyaring peserta menjadi tiga besar terbaik sebelum dilakukan visitasi lapangan guna mencocokkan data presentasi dengan kondisi riil di lokasi.
Ririn berharap lomba Desa Wisata Kaltim 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memotivasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di seluruh Kalimantan Timur agar terus berinovasi dan membangun kemitraan. “Program ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi Pokdarwis di Kalimantan Timur untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun kemitraan demi mewujudkan pariwisata daerah yang berdaulat dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)









