AnekaSamarinda

Theo Nugraha dari Samarinda Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di Album Prosthetic Reality

Samarinda, Sekaltim.co – Sound Artist (seniman bunyi) independen asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Theo Nugraha, mencatatkan kiprah penting di kancah musik ekstrem internasional.

Theo terlibat dalam album 4-way split bertajuk “Prosthetic Reality”. Album tersebut resmi dirilis secara global pada 31 Agustus 2026 melalui label asal Zaragoza, Spanyol, Drama Recorder.

Rilisan album Prosthetic Reality ini mempertemukan empat nama dari berbagai negara. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Indonesia-Spanyol.

Salah satu nama terbesar dalam proyek tersebut adalah Iggor Cavalera. Ia merupakan mantan drummer sekaligus pendiri band metal legendaris asal Brasil, Sepultura.

Keterlibatan Iggor membuat “Prosthetic Reality” menjadi rilisan penting bagi Theo. Proyek ini juga menjadi catatan kolaborasi lintas negara yang mempertemukan seniman bunyi Indonesia dengan salah satu tokoh penting musik ekstrem dunia.

Album “Prosthetic Reality” hadir dalam format fisik yang sangat terbatas. Drama Recorder mencetaknya dalam dua format kolektor.

Format pertama berupa piringan hitam 12 inci 180 gram dengan desain Multi-Colored Marble Vinyl. Jumlahnya hanya 100 kopi.

Format kedua berupa kaset pita analog handmade C-40 Ferro. Jumlahnya lebih terbatas, yakni 50 kopi.

Theo Nugraha tidak hanya menjadi pengisi materi. Ia juga terlibat langsung dalam proses produksi.

Proyek ini diproduseri Theo Nugraha bersama Antonio Drama. Theo juga merancang artwork sampul depan album.

Pada sisi A, “Prosthetic Reality” menampilkan Black Leather Jesus dari Amerika Serikat melalui lagu “Manic Men”. Materi berikutnya berasal dari Incapacitants dari Jepang dengan “Release of Demon Rice”.

Sisi B menghadirkan Iggor Cavalera melalui “Present to be Absent”. Lagu tersebut direkam di London pada Februari 2026.

Materi terakhir adalah “Distortion Storm” dari Theo Nugraha bersama Savage Doctrine. Theo menggarap electronic dan field recording. Savage Doctrine menangani electronic serta layered sound mix.

Kolaborasi ini menunjukkan kekuatan jaringan musik bawah tanah. Theo membuktikan bahwa seniman dari daerah juga bisa terhubung dengan ekosistem musik ekstrem global.

Samarinda menjadi titik awal perjalanan tersebut. Produksi dilakukan melalui pendekatan independen dan D.I.Y. (Do It Yourself).

Theo menyebut rilisan fisik “Prosthetic Reality” diproduksi dalam jumlah terbatas. Tujuannya untuk kebutuhan pengarsipan komunitas musik global.

“Kepingan piringan hitam dan kaset pita eksklusif ‘Prosthetic Reality’ ini diproduksi dalam jumlah sangat terbatas untuk kebutuhan pengarsipan komunitas global,” ungkap Theo dalam rilis, Selasa 1 September 2026.

Album ini dapat diakses melalui kanal resmi Drama Recorder dan Theo Nugraha.

Rilisan album terbatas Prosthetic Reality tersebut menjadi bukti bahwa Samarinda, Kaltim, mampu hadir dalam frekuensi musik ekstrem internasional. Jalur independen membuka ruang bagi musisi lokal untuk membangun koneksi langsung dengan jaringan global. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button