Samarinda

Perumda Tirta Kencana Samarinda Cek Kadar Klorida Sungai Mahakam Waspada Intrusi Air Laut

Sekaltim.co – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) mengecek kadar klorida air Sungai Mahakam. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intrusi air laut ke Sungai Mahakam.

Pengecekan kadar klorida air Sungai Mahakam ini berlangsung intensif usai terjadi penyusutan debit dalam sepekan terakhir akibat musim kemarau.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, Perumda Tirta Kencana melakukan pemantauan kadar klorida di sejumlah titik Sungai Mahakam. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar perubahan kualitas air baku tidak mengganggu produksi air minum bagi masyarakat Samarinda.

Kadar Klorida Sungai Mahakam Masih Aman

Manajer Produksi bersama Divisi Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana langsung melakukan pemantauan di lapangan. Tim memeriksa sejumlah titik Sungai Mahakam hingga menuju wilayah muara.

Pemeriksaan juga dilakukan pada sumber air baku beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Lokasi yang dipantau meliputi IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Makroman, IPA Sungai Kapih, IPA Kalhol, dan IPA Selili.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar klorida di seluruh titik masih berada di bawah batas maksimal.

Artinya, kondisi air baku yang digunakan untuk produksi air minum masih aman.

Manajer Produksi Perumda Tirta Kencana Agus Muammar mengatakan pemantauan tidak berhenti pada pemeriksaan hari ini.

“Saat ini produksi kita masih aman. Kita akan melihat lagi 2–3 hari ke depan, mudah-mudahan masih aman. Semoga hujan turun,” ujarnya dalam keterangan resmi Perumda Tirta Kencana, Senin.

Diketahui batas maksimum kadar klorida pada air baku untuk air minum berdasarkan standar kesehatan di Indonesia umumnya ditetapkan sebesar 250 mg/L.

Secara terperinci, standar dan dampak kadar klorida berdasarkan Per. Menkes. RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 sebagai berikut:

– Batas air minum: maksimal 250 mg/L sesuai standar Kementerian Kesehatan RI.
– Batas air bersih: maksimal 600 mg/L untuk keperluan mandi dan mencuci.

Empat Wilayah Diminta Siapkan Cadangan Air

Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat tetap melakukan langkah antisipasi. Warga di wilayah pelayanan yang berpotensi terdampak lebih awal diminta menampung air secukupnya.

Wilayah tersebut mencakup pelayanan IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, dan IPA Makroman.

Imbauan ini bukan berarti distribusi air saat ini terganggu. Produksi masih berjalan normal.

Namun, kondisi Sungai Mahakam yang terus surut membuat perubahan kualitas air baku perlu diantisipasi sejak awal.

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara hemat dan bijak.

Kemarau Berpotensi Turunkan Debit Air Baku

Sebelumnya, Perumda Tirta Kencana telah mengingatkan pelanggan mengenai dampak musim kemarau.

Kondisi kemarau berpotensi menurunkan debit air baku. Situasi tersebut juga dapat memengaruhi jam operasional produksi air bersih di sejumlah wilayah pelayanan.

Pada 19 Agustus 2026, Perumda Tirta Kencana menyatakan seluruh IPA masih beroperasi normal.

Namun, perusahaan tetap mengantisipasi kemungkinan intrusi air laut ke Sungai Mahakam.

Jika kondisi tersebut terjadi, Perumda akan menyampaikan informasi kepada pelanggan melalui media sosial dan perangkat informasi resmi lainnya.

Warga Samarinda Diminta Hemat Air

Untuk menghadapi kondisi kemarau, masyarakat diminta menampung air bersih secukupnya.

Penggunaan air juga perlu diprioritaskan untuk kebutuhan penting, seperti minum dan memasak.

Warga juga diimbau tidak menggunakan air secara berlebihan, termasuk untuk menyiram tanaman.

Pemantauan kadar klorida akan kembali dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Perumda Tirta Kencana memastikan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas air baku sekaligus memastikan pelayanan air minum tetap berjalan.

Kondisi Sungai Mahakam surut menjadi perhatian karena sungai tersebut merupakan sumber penting bagi sistem penyediaan air di Samarinda.

Produksi air minum dan kadar klorida Sungai Mahakam masih dinyatakan aman untuk sementara. Namun, warga tetap diminta waspada dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button