Samarinda

Samarinda Terdampak Asap Karhutla, Pertamina Patra Niaga Salurkan 1.500 Masker

Samarinda, Sekaltim.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) bikin kualitas udara jadi perhatian. Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Samarinda ikut turun tangan dengan membagikan 1.500 masker gratis untuk warga.

Bantuan masker Pertamina disalurkan dalam aksi pembagian masker yang digelar Keluarga Besar Info Taruna Samarinda (ITS), Kamis, 27 Agustus 2026. Pembagian dipusatkan di kawasan Perempatan Lembuswana dan sekitar Masjid Ma’ruf yang setiap harinya ramai dilalui warga.

Fuel Terminal Samarinda menyerahkan 60 kotak masker. Setiap kotak berisi 25 masker sehingga total bantuan mencapai 1.500 masker.

Masker tersebut kemudian dibagikan langsung secara gratis kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen **Pertamina Peduli** untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

“Pertamina Patra Niaga turut prihatin terhadap kondisi kabut asap yang berdampak pada masyarakat. Melalui bantuan masker ini, kami berharap dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap asap sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan pernapasan selama kualitas udara menurun,” ujar Edi.

Target 10.000 Masker

Aksi pembagian masker ini merupakan bagian dari gerakan Open Donasi Masker yang digagas ITS. Program tersebut menargetkan pengumpulan hingga 10.000 masker.

Donasi berasal dari berbagai pihak, mulai dari instansi, organisasi, komunitas hingga masyarakat. Bantuan yang terkumpul selanjutnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pihak, seperti Pemerintah Kota Samarinda, Polresta Samarinda, BPBD, Dinas Kesehatan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB), komunitas, organisasi masyarakat, serta relawan.

Menurut Edi, dampak karhutla tidak bisa ditangani sendirian. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, komunitas, dunia usaha dan masyarakat dibutuhkan agar bantuan bisa bergerak cepat.

“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, komunitas, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla,” katanya.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui kegiatan sosial dan lingkungan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker, menjaga kondisi tubuh, mencukupi kebutuhan air minum, serta mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai perkembangan kualitas udara.

Aksi sederhana seperti pembagian masker di Samarinda menunjukkan di tengah kepungan kabut asap masih kepedulian dan gotong royong tetap penting. Apalagi, warga yang harus beraktivitas di luar rumah menjadi kelompok yang paling membutuhkan perlindungan ekstra. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button