
Samarinda, Sekaltim.co – Dua anak dilaporkan tenggelam saat berenang di aliran sungai Bendungan Benanga Samarinda, Senin 27 Oktober 2025, sore.
Tragedi anak tenggelam saat berenang di aliran sungai Bendungan Benanga Samarinda, Kecamatan Samarinda Utara, sekitar pukul 16.00 WITA.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan telah menemukan satu dari dua korban, atas nama Ahmad Nur Rahman (12), dalam kondisi meninggal dunia.
“Pada tanggal 27 Oktober 2025, sekitar jam 4 sore, lima anak bermain di tepi aliran sungai Bendungan Benanga. Rahman melompat ke air dan tenggelam. Temannya, Wahyu, berusaha menolong tapi karena tidak bisa berenang, keduanya ikut tenggelam. Warga yang melihat kejadian sempat berusaha menolong, namun arus cukup deras sehingga korban hanyut,” ujar Mardi menerangkan kronologi kejadian, Senin malam.
Menurutnya, warga kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban Ahmad Nur Rahman sekitar 600 meter dari lokasi awal dalam keadaan tidak bernyawa.
“Warga sekitar melakukan pencarian ditemukan korban atas nama Rahman umur 12 tahun berkisar 600 meter dari lokasi kejadian,” ungkap Mardi.
Jenazah Rahman yang merupakan warga Jalan Wanyi, Bengkuring, Samarinda, langsung dievakuasi ke rumah duka di Rumah Susun Bengkuring.
Sementara itu, korban kedua bernama Wahyu masih dalam pencarian. Tim SAR bersama relawan dan warga setempat telah melakukan penyisiran menggunakan rubber boat.
Namun hingga malam hari pencarian Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil. Operasi pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada hari ini, Selasa 28 Oktober 2025, pukul 07.00 WITA.
Mardi menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, salah satu korban sempat berusaha berenang, namun keduanya terlihat saling berpegangan dan akhirnya hanyut bersama terbawa arus sungai.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak bermain di area sungai atau bendungan. Arus air di Bendungan Benanga cukup kuat dan berbahaya.
Pencarian anak tenggelam di aliran sungai Bendungan Benanga Samarinda masih dilakukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Samarinda, relawan, dan warga sekitar. Tim terus menyisir lokasi guna menemukan korban yang belum ditemukan. (*)









