News SekaltimPemprov Kaltim

Karhutla Kaltim 2026 Meluas, Penerbangan dan Sekolah Ikut Terdampak Kabut Asap

Sekaltim.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 di Kalimantan Timur (Kaltim) makin meluas dan bikin khawatir. Luasan kebakaran dilaporkan meningkat sejak Agustus hingga awal September 2026. Bahkan, beberapa titik api disebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menilai kondisi karhutla 2026 tersebut membutuhkan perhatian serius. Karhutla kini bukan lagi kejadian biasa karena dampaknya mulai merembet ke berbagai sektor.

“Bahkan, ada informasi jarak kejadian dengan permukiman kurang lebih 100 meter. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” kata Sri saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Status Darurat Karhutla 2026 melalui Zoom, Kamis 3 September 2026, mengutip laman Instgram Pemprov Kaltim.

Menurut Sri, karhutla tidak hanya merusak lingkungan. Kesehatan masyarakat ikut terganggu akibat asap. Dampak sosial juga mulai terasa. Sejumlah daerah bahkan menerapkan pembelajaran daring karena kondisi udara yang kurang mendukung.

Pemprov Kaltim pun meminta camat, lurah, kepala desa, dan kepala kampung aktif mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Baik untuk membuka perkebunan maupun membersihkan pekarangan.

Sri mengingatkan, pembakaran kecil bisa memicu persoalan besar jika api menyebar dan menambah titik panas.

“Jangan sampai kejadian kecil yang dilakukan berdampak besar bagi seluruh masyarakat di provinsi ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, serta Asap melalui Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.277/2026 pada 31 Agustus 2026.

Dampak karhutla juga mulai mengganggu transportasi udara. Bandara Melalan Kutai Barat (Kubar) membatalkan sementara penerbangan rute Datah Dawai-Melalan pada 1-5 September 2026 akibat kabut asap dan jarak pandang terbatas.

“Kepada seluruh pengguna jasa penerbangan Perintis Smart Cakrawal Aviation, disampaikan bahwa terdapat penyesuaian jadwal berupa pembatalan sementara untuk rute Datah Dawai – Melalan terhitung mulai tanggal 1 sampai dengan 5 September 2026,” ungkap pengumuman Bandara Melalan Kutai Barat dalam CANCEL FLIGHT INFORMATION, 1 September 2026.

Hal serupa terjadi di Bandara Long Apung, Malinau, Kalimantan Utara. Penerbangan rute Samarinda-Long Apung-Samarinda periode 1-5 September 2026 dibatalkan karena kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang.

Sementara itu, Bandara APT Pranoto Samarinda mengimbau penumpang menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

“Saat kualitas udara sedang kurang baik akibat kabut asap, jangan lupa gunakan masker, perbanyak minum air putih, dan kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Kesehatan adalah bagian dari keselamatan perjalanan,” tulis pihak Bandara APT Pranoto di Instagram resmi, 31 Agustus 2026.

Karhutla Kaltim tahun 2026 pun kini bukan sekadar soal titik api. Asapnya sudah ikut mengganggu aktivitas warga, pendidikan, kesehatan, hingga penerbangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button