Firman Anak 11 Tahun yang Tenggelam di Sungai Mahakam Loa Bakung Samarinda Ditemukan Meninggal
Sekaltim.co – Operasi pencarian seorang anak laki-laki yang tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Loa Bakung, Samarinda, membuahkan hasil. Firman, siswa kelas 5 SD berusia 11 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu 20 September 2026.
Firman sebelumnya dilaporkan sebagai anak yang diduga tenggelam di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Sabtu sore 19 September 2026.
Pencarian melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Kalimantan Timur bersama Pos SAR Samarinda, TNI/Polri, relawan gabungan, serta masyarakat sekitar.
Pada hari kedua pencarian, Minggu, tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 07.00 WITA. Petugas menyisir permukaan Sungai Mahakam menggunakan perahu karet.
Penyisiran dilakukan hingga sekitar 1,5 kilometer ke arah hilir dari titik lokasi kejadian atau last known position (LKP).
Upaya evakuasi sempat menghadapi kendala. Kondisi Sungai Mahakam yang sedang surut membuat petugas kesulitan membawa korban menuju tepian.
Setelah menyisir kawasan perairan selama beberapa jam, tim akhirnya menemukan korban sekitar pukul 13.30 WITA.
Firman ditemukan sekitar 850 meter ke arah hilir dari lokasi awal kejadian. Titik penemuan berada di koordinat 0°32’6.77″S 117°5’33.93″E.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi oleh tim gabungan menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” demikian keterangan tertulis BPBD Kaltim, Minggu 20 September 2026.
Informasi awal menyebut Firman berada di sungai bersama seorang temannya sebelum keduanya terseret arus.
Seorang awak kapal sempat berusaha memberikan pertolongan kepada kedua anak tersebut. Namun, Firman tidak berhasil diselamatkan. Temannya berhasil ditolong setelah pakaian yang dikenakannya dapat diraih.
Keluarga korban pun terpukul atas kejadian tersebut. Ibu Firman disebut masih dalam kondisi shock saat menceritakan sosok anaknya kepada warga dan petugas.
Firman dikenal keluarga sebagai anak yang tidak bisa berenang, tetapi disebut sebagai anak yang pintar dan saleh.
Kabar duka tersebut juga mengundang kepedulian warga Loa Bakung. Sejumlah warga datang melayat ke rumah duka sekaligus memberikan bantuan berupa sembako kepada keluarga korban.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, Tim SAR Gabungan melakukan debriefing atau evaluasi sekitar pukul 14.20 WITA.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai.
Personel TRC BPBD Kaltim bersama seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana dan tugas kemanusiaan lainnya.
Di tengah aktivitas penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Kaltim, TRC BPBD Kaltim tetap dikerahkan dalam operasi kemanusiaan di Samarinda.
Petugas bergerak bersama unsur SAR untuk memastikan pencarian anak tenggelam di Loa Bakung hingga akhirnya ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. (*)









