OMC di Kaltim Tingkatkan Peluang Hujan 50-70 Persen Atasi Karhutla
Sekaltim.co – Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kalimantan Timur.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan.
Perkembangan OMC dibahas dalam briefing penanganan siaga darurat karhutla dan kekeringan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis 17 September 2026.
OMC Sasar Sejumlah Wilayah Kaltim
Pada Rabu 16 September 2026, penyemaian awan dilakukan di wilayah Kutai Kartanegara mulai pukul 08.20 hingga 10.20 WITA.
Operasi kemudian berlanjut pada pukul 12.02–14.25 WITA dengan sasaran Kutai Timur dan Samarinda.
Pada sore hari sekitar pukul 17.02 WITA, OMC kembali dilakukan dengan menyasar Balikpapan, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, serta Penajam Paser Utara.
Untuk pelaksanaan OMC pada 17 September, pemerintah menyiapkan sekitar 3 ton natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai awan.
Pelaksanaan penyemaian dilakukan berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca. Tim memantau potensi pertumbuhan awan serta perkiraan akumulasi curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim.
Peluang Awan Hujan Capai 70 Persen
Tenaga Ahli Kepala BNPB, Marsma TNI Albertus Irianto, mengatakan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan menjadi peluang untuk membantu mengurangi dampak karhutla dan kondisi kering.
“Kami berharap awan yang berpotensi dapat menurunkan hujan, sehingga kondisi di wilayah terdampak dapat berangsur membaik,” ujar Albertus, mengutip laporan Instagram Berita Pemprov Kaltim, Selasa 22 September 2026.
Berdasarkan pemantauan, potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kaltim berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Peluangnya diperkirakan berada di kisaran 50–70 persen.
Meski begitu, OMC bukan satu-satunya langkah yang dilakukan pemerintah. Pemantauan kondisi atmosfer dan titik panas tetap dilakukan secara berkelanjutan.
Penanganan Karhutla Terus Diperkuat
Pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana juga terus melakukan sinkronisasi data terkait karhutla, asap, kondisi cuaca, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Data tersebut menjadi penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan sesuai kondisi lapangan.
Melalui OMC, pemerintah berharap peluang hujan dapat meningkat, khususnya di wilayah Kaltim yang masih menghadapi kekeringan dan terdampak asap karhutla.
Hujan yang turun di wilayah sasaran diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering sekaligus mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan bersama menghadapi kondisi hidrometeorologi di Kalimantan Timur. (*)









