Ajudan Gubernur Kaltim Asky Rizal Toding Disorot Usai Viral Insiden dengan Mahasiswa
Sekaltim.co – Nama Asky Rizal Toding ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menjadi sorotan publik setelah video perselisihannya dengan mahasiswa viral di media sosial.
Perbincangan soal Asky Rizal Toding ajudan Gubernur Kaltim pun semakin ramai setelah beredar tangkapan layar yang diduga menunjukkan Asky masuk kategori Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Desil 1 merupakan kelompok 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Informasi tersebut memicu pertanyaan warganet mengenai validitas data kesejahteraan dan kelayakan penerima bantuan sosial.
Namun, tangkapan layar yang beredar belum dapat dipastikan keasliannya. Status Asky dalam DTSEN juga memerlukan konfirmasi dari instansi berwenang.
Video Ajudan Gubernur Kaltim Bersitegang dengan Mahasiswa Viral
Sebelum isu DTSEN mencuat, Asky lebih dulu mendapat kritik setelah insiden dengan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda pada 19 Oktober 2026.
Video yang beredar memperlihatkan perselisihan antara Asky dan mahasiswa saat aksi penyampaian aspirasi di Samarinda. Insiden tersebut juga memunculkan dugaan kontak fisik yang membuat gawai seorang demonstran perempuan terjatuh.
Peristiwa itu menuai reaksi dari warganet dan kalangan mahasiswa. Sejumlah pihak menyoroti cara pengamanan terhadap peserta demonstrasi yang sedang menyampaikan aspirasi.
Tim Ahli Gubernur Kaltim disebut membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya juga menegaskan bahwa tindakan fisik yang berlebihan tidak dapat dibenarkan dalam penanganan aksi.
Asky Rizal Toding Minta Maaf
Pada Rabu 21 Oktober 2026, Asky menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi yang beredar di media sosial.
Ia mengakui kekhilafan atas sikapnya saat insiden tersebut terjadi. Asky juga menyatakan bahwa tindakannya berlangsung secara spontan dan bukan atas instruksi pihak lain.
“Menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan wakil masyarakat atas sikap arogansi saya yang terjadi pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2026 sekira pukul 18.00 WITA di halaman Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim,” kata Asky Rizal Toding dalam video klarifikasi yang beredar, Rabu.
Ia menyebut kejadian tersebut sebagai pelajaran agar tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.
Sementara itu, personel berinisial ART yang disebut memiliki latar belakang kepolisian dilaporkan menjalani pemeriksaan internal oleh Polda. Perkembangan dan hasil pemeriksaan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi kepolisian.
Isu DTSEN Picu Pertanyaan Publik
Beredarnya tangkapan layar yang mengaitkan Asky dengan Desil 1 menambah panjang perbincangan di media sosial.
DTSEN digunakan pemerintah sebagai basis data sosial ekonomi untuk mendukung penentuan sasaran berbagai program bantuan dan perlindungan sosial. Namun, masuk dalam kelompok desil tertentu tidak otomatis membuktikan seseorang menerima bantuan sosial.
Karena itu, informasi mengenai status Asky perlu diperiksa melalui sumber resmi sebelum dijadikan dasar penilaian mengenai kelayakan bantuan.
Kasus Asky Rizal Toding ajudan Gubernur Kaltim ini juga kembali memunculkan sorotan terhadap Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, yang sebelumnya mendapat perhatian publik terkait foto lawatannya ke Singapura di tengah fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (*)









