Nusantara

Cadangan Gas Raksasa 7 TCF Ditemukan di Kalimantan Timur

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa sebesar 7 trillion cubic feet* (TCF) di lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim). Pengumuman disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin 20 April 2026.

Cadangan tersebut berasal dari dua blok eksplorasi: Blok Geliga menyimpan 5 TCF gas dan sekitar 300 juta barel kondensat ekuivalen minyak, sementara Blok Gula menyimpan 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat. Total gabungan kedua blok mencapai 7 TCF gas dan 375 juta barel kondensat.

“Maka totalnya untuk gas dari dua blok ini, Geliga dan Gula itu menghasilkan 7 trillion cubic feet,” kata Bahlil dalam konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin 20 April 2026.

Perusahaan energi asal Italia, ENI, memimpin proses eksplorasi ini. Sumur Geliga-1 berhasil dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter, berlokasi sekitar 12 mil dari pesisir Kalimantan Timur.

Penemuan ini melengkapi jejak eksplorasi ENI di Cekungan Kutai setelah sebelumnya menemukan cadangan di Geng North (2023) dan sumur Konta-1 (2025).

Bahlil memproyeksikan sumur Geliga-1 mulai berproduksi pada 2028 dengan kapasitas sekitar 2.000 MMSCFD, jauh melampaui produksi ENI saat ini yang berkisar 600–700 MMSCFD. Pada 2030, produksi ditargetkan meningkat menjadi 3.000 MMSCFD.

Dari sisi kondensat, produksi diperkirakan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028, lalu naik menjadi 150.000 barel pada 2029–2030. Peningkatan ini diharapkan menekan impor minyak mentah Indonesia secara signifikan.

Bahlil menegaskan penemuan ini sejalan dengan target pemerintah mencapai swasembada energi nasional.

“Ini adalah strategi untuk bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara manapun. Kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi,” tegasnya.

Relevansi penemuan ini semakin kuat di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk konflik Iran-Amerika Serikat/Israel, yang memperketat persaingan atas sumber daya energi dunia.

Untuk monetisasi temuan, ENI tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub. Infrastruktur utama yang akan dimanfaatkan meliputi fasilitas terapung baru (FPSO) berkapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 bpd kondensat, serta Kilang LNG Bontang yang sudah beroperasi.

Kombinasi cadangan gas Kalimantan Timur dari Geliga dan Gula diperkirakan mampu menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 bpd kondensat, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen gas besar di Asia Tenggara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button