Kukar

Guru di Muara Kaman Ditemukan Meninggal, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Kukar, Sekaltim.co – Seorang guru berinisial P (52) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Jalan Poros HTI Bukit Horina RT 005 Muara Kaman, Sabtu 24 Januari 2026 sore.

Guru yang ditemukan dalam kondisi meninggal tersebut diketahui merupakan warga Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Penemuan jenazah ini mengegerkan warga.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar yang mencium bau menyengat dari lokasi kejadian.

Setelah melakukan pengecekan, warga menemukan korban tergeletak tak bernyawa dan segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Muara Kaman langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur.

“Petugas Polsek Muara Kaman segera menuju TKP untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jenazah korban ke fasilitas kesehatan,” ujar IPTU Gede Wijaya dikutip dari laman Polres Kukar.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan melibatkan perangkat desa dan pihak keluarga korban.

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans milik pemerintah desa ke UPTD Puskesmas Sebulu II yang berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak medis serta keluarga, pihak keluarga menyatakan menerima penyebab kematian korban dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah.

Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani pihak keluarga.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelelahan yang memicu kambuhnya penyakit yang dideritanya. Diketahui, korban baru saja menjalani operasi prostat beberapa waktu sebelumnya.

Selain itu, petugas juga menemukan sepeda motor milik korban tidak jauh dari lokasi kejadian dengan kondisi rantai putus. Diduga, korban terpaksa berjalan kaki sebelum akhirnya mengalami kelelahan hingga menyebabkan kondisi kesehatannya menurun.

Meski tidak ditemukan indikasi kekerasan, Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan peristiwa tersebut murni musibah.

Langkah-langkah kepolisian seperti pengamanan barang bukti dan pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi tetap dilakukan.

“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Setelah seluruh proses administrasi selesai dalam pengurusan jenazah guru di Muara Kaman tersebut, serah terima kepada pihak keluarga dilakukan untuk pemakaman di Kota Samarinda. Seluruh rangkaian penanganan berjalan aman, tertib, dan kondusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!