Paser

Pemkab Paser dan Kemendagri Matangkan SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis

Paser, Sekaltim.co – Penentuan lokasi Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi pembahasan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama tim survei dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rapat penentuan lokasi SPPG pusat distribusi makanan bergizi bagi pelajar berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kantor Bupati Paser, Senin 25 Agustus 2025.

Pembahasan ini dalam upaya mempercepat realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mendukung pemenuhan gizi siswa sekolah di Paser.

Hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sebelumnya, Pemkab Paser mengajukan tiga lokasi sebagai calon SPPG, yaitu di Kecamatan Long Kali, Kecamatan Long Ikis, dan Kecamatan Batu Sopang.

Namun, tim penilai dari Kemendagri menilai hanya Long Kali yang memenuhi syarat. Dua kecamatan lainnya masih perlu dicarikan alternatif lokasi pengganti.

Sekda Katsul menjelaskan bahwa aset daerah yang sudah tidak terpakai akan dimanfaatkan untuk dijadikan lokasi SPPG.

Hal ini dianggap lebih efisien karena tidak memerlukan anggaran besar dalam pembangunan.

“Dengan memanfaatkan aset yang ada, kita bisa menghemat biaya. Bangunan yang sebelumnya tidak difungsikan kini bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat,” jelas Katsul.

Pemanfaatan aset daerah menjadi strategi penting dalam mengoptimalkan pelayanan tanpa membebani anggaran.

Selain efisiensi, langkah ini juga mampu mempercepat persiapan infrastruktur yang dibutuhkan demi berjalannya program MBG di seluruh kecamatan.

Sebelumnya, Pemkab Paser telah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 2 Tanah Grogot pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Sekda Katsul mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua SPPG yang beroperasi di Tanah Grogot, dengan cakupan sekitar 3.000 paket makan siang setiap harinya.

“Beberapa waktu lalu, Pak Wakil Bupati meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 2 sebagai sekolah uji coba. Kini ada dua SPPG yang berjalan dan melayani ribuan siswa. Kami berharap Satgas yang terbentuk dapat membantu mempercepat pembentukan SPPG lainnya,” ungkap Katsul.

Dengan dua SPPG yang beroperasi, program MBG sudah menjangkau setidaknya 11 sekolah dengan total 3.300 siswa penerima manfaat. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan terbentuknya SPPG baru di kecamatan lainnya.

Program MBG tidak hanya berfokus pada ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas gizi yang diberikan kepada siswa. Menu yang disajikan telah memenuhi standar gizi nasional, mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta buah-buahan.

Dengan pola makan yang lebih teratur dan sehat, diharapkan siswa dapat belajar dengan konsentrasi lebih baik dan terhindar dari masalah kekurangan gizi. Pemerintah memastikan setiap porsi makanan mengandung gizi seimbang sesuai kebutuhan anak usia sekolah.

Program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Paser.

Setiap SPPG di Paser didampingi seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk menjamin kualitas makanan. Kehadiran tenaga ahli ini sangat penting agar standar gizi dalam setiap hidangan benar-benar sesuai pedoman nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button