Nusantara

Lima ABK KM Fadil Jaya 12 Diselamatkan di Selat Makassar, Tiga Hari Bertahan di Laut dengan Papan Kayu

Sekaltim.co – Kisah dramatis datang dari perairan Selat Makassar usai lima anak buah kapal (ABK) KM Fadil Jaya 12 ditemukan selamat setelah tiga hari terapung di laut dengan berpegangan pada papan kayu.

Sementara tiga ABK KM Fadil Jaya 12 lainnya masih dinyatakan hilang dan kini dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Kapal tersebut tenggelam di perairan Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, pada Senin 27 Oktober 2025. Kapal yang membawa delapan kru itu dilaporkan karam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Menurut Kepala Seksi Operasi Basarnas Mamuju, Aswandi, kelima kru ditemukan oleh kapal TB Ansanus yang tengah berlayar dari Balikpapan menuju Babana, Mamuju Tengah, pada Kamis 30 Oktober 2025.

“Pada hari ini ditemukan lima orang korban oleh (kapal) TB yang melintas dari Balikpapan menuju Babana, Mamuju Tengah,” ujar Aswandi kepada wartawan, Kamis malam.

Kelima korban yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama Reski Wawan (28), Sahar (28), Wandhy (20), Rahman (31), dan Ardi (16).

Mereka ditemukan sekitar 76 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Balikpapan. “Korban tersebut hanyut menggunakan alat apung papan untuk menyelamatkan diri di laut,” tambah Aswandi.

Kapal TB Ansanus kemudian mengevakuasi para korban ke Pelabuhan Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, sekitar pukul 21.35 WITA.

Setibanya di darat, mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari laporan BPBD Mamuju Tengah, salah satu korban, Rahman, berada dalam kondisi kritis dan kini dirawat di Rumah Sakit Satelit Tobadak.

Sementara itu, tiga kru lainnya — Heri (30), Adi (40), dan Ridho (19), yang seluruhnya berasal dari Jeneponto, Sulawesi Selatan — hingga kini masih belum ditemukan.

“Untuk tiga orang masih dalam pencarian, kami belum bisa memastikan kondisinya karena masih dalam pencarian,” jelas Aswandi.

Kepala Pelaksana BPBD Mamuju Tengah, Sigit DH, memastikan koordinasi terus dilakukan dengan Basarnas, Polairud, dan unsur TNI AL untuk memperluas area pencarian.

“Kami juga memantau kondisi para korban selamat hingga benar-benar pulih,” ujarnya.

Sementara di Kalimantan Timur, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara bersama Basarnas Balikpapan dan TNI AL Pos Anggana turut melakukan pencarian di sektor laut yang berbatasan langsung dengan perairan Mamuju.

Operasi SAR hari ketiga difokuskan pada dua sektor dengan total area 1.565 NM².

“Kami berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk memperluas area pencarian,” ujar Dansru Operasi SAR Aurelius Godja.

Upaya penyelamatan ABK KM Fadil Jaya 12 ini terus dilanjutkan dengan harapan tiga korban lainnya segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button