KukarPerkara

Tiga Balita Tewas Terjebak Kebakaran di Anggana Kukar

Kukar, Sekaltim.co – Tiga balita tewas terjebak dalam musibah kebakaran di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), pada Kamis sore, 11 Desember 2025.

Musibah kebakaran di Anggana yang mengakibatkan tiga balita tewas terjadi di Gang H. Yakub (Gang Muli atau Sungai Purun), RT 21, Desa Sungai Meriam ini mengguncang warga setempat. Tiga balita itu terjebak di dalam rumah kontrakan yang terkunci saat kebakaran terjadi.

Peristiwa tragis ini berlangsung antara pukul 13.10 hingga 15.00 WITA, dan menjadi salah satu kebakaran paling memilukan sepanjang 2025 di wilayah Kukar.

Api diduga berasal dari kompor yang ditinggal menyala oleh pemilik rumah. Ketiga balita tersebut berada di dalam rumah sementara ibunya pergi ke pasar dan mengunci rumah dalam keadaan ditinggal.

Kobaran api cepat membesar dan melahap bangunan bangsalan serta rumah pribadi yang berdempetan. Warga yang panik mencoba membantu, namun besarnya api membuat proses penyelamatan tidak memungkinkan.

Tiga balita bernama Abdul Afif Alfrezi (6), Ramadani (4), dan Abizar (1) ditemukan dalam kondisi memilukan. Satu korban ditemukan di ayunan, sementara dua lainnya ditemukan berpelukan di kamar mandi, diduga berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api.

Jenazah ketiganya langsung dievakuasi ke Puskesmas Sungai Meriam.

Berdasarkan data Damkarmatan Pos Anggana dan Anggana Fire Rescue, objek yang terbakar meliputi 2 unit rumah pribadi,
13 pintu rumah bangsalan, total 15 bangunan. Luas area terbakar: ± 70 × 100 meter.

Dampak kebakaran antara lain 1 unit sepeda motor hangus 10 Kepala Keluarga terdampak.

Petugas pemadam berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.37 WITA. Upaya pemadaman turut dibantu relawan, aparat TNI Polri, dan warga setempat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar, Fida Hurasani, membenarkan adanya tiga korban balita.

“Untuk korban meninggal dunia ada tiga orang. Anak-anak usia satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun. Identitas lengkap belum bisa kami sampaikan karena masih pemeriksaan,” ujarnya.

Pendataan lanjutan masih dilakukan aparat kepolisian, relawan, dan unsur pemadam kebakaran.

Petugas menghadapi kendala berupa banyaknya warga yang menonton dan kemacetan panjang dari dua arah jalan poros Samarinda–Anggana.

Unsur yang bertugas di lapangan meliputi Damkarmatan Pos Anggana, Redkar Sidomulyo, Redkar Sungai Meriam, Anggana Fire Rescue, Fire Truck PT Barokah Perkasa Group, relawan dari berbagai komunitas, PMI Anggana, Polsek Anggana, dan Koramil Anggana.

Pemandangan memilukan terjadi di halaman puskesmas. Puluhan warga, keluarga besar korban, dan kerabat menunggu proses visum yang berlangsung lebih dari satu jam.

Saat tiga kantong jenazah oranye dibawa keluar dari ruang visum, suasana duka mencapai puncaknya. Ayah dan keluarga korban tak mampu menahan tangis.

Tiga unit ambulans telah disiapkan untuk membawa jenazah balita yang tewas dalam musibah kebakaran di Anggana Kukar untuk pulang ke rumah duka. Warga turut mengiringi keberangkatan tiga mobil jenazah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button