NusantaraPerkara

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, SAR Gabungan Sisir Gunung Bulusaraung

Sekaltim.co – Sebuah pesawat ATR 42-500 IAT dilaporkan mengalami lost contact atau hilang kontak saat menjalani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Maros, Sabtu 17 Januari 2026, siang. Informasi ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekitar pukul 13.20 WITA, setelah sebelumnya kontak terakhir tercatat pada pukul 12.45 WITA. Pesawat tersebut membawa 11 orang person on board (POB).

Lokasi terakhir pesawat hilang kontak di Maros diperkirakan berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya pada koordinat 04°57’08” LS – 119°42’54” BT, sekitar 23 kilometer dari KPP Makassar dengan arah 54 derajat Timur Laut. Dugaan kuat mengarah ke kawasan Kabupaten Maros, termasuk area pegunungan karst yang cukup ekstrem.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Basarnas Makassar langsung bergerak cepat. Pada pukul 13.35 WITA, personel SAR diberangkatkan menggunakan truk personel lengkap dengan peralatan pendukung. Estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 14.35 WITA, menandai dimulainya operasi pencarian intensif.

Operasi SAR dilakukan secara terpadu, melibatkan Basarnas, Kodam XIV/Hasanuddin, TNI AU, Polri, AirNav, BMKG, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat setempat. Sejumlah alutsista dikerahkan, mulai dari dua truk personel, kendaraan rescue, command vehicle, hingga Helikopter Caracal untuk penyisiran udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan pencarian dilakukan secara maksimal. “Begitu laporan diterima, seluruh potensi SAR langsung kami kerahkan. Prioritas kami menemukan lokasi kejadian secepat mungkin,” ujarnya dalam keterangan tertulis Basarnas Makassar.

Informasi dari warga menyebut adanya suara dentuman di kawasan Leang-Leang, Maros, serta laporan asap di lereng Gunung Bulusaraung. Bahkan, tim menerima kabar adanya serpihan pesawat yang ditemukan di Rumah Kepala Dusun Balocci, yang kini tengah diverifikasi.

Marsma TNI Feri Yunaldi menambahkan, kendala utama pencarian adalah ELT pesawat tidak menyala, menyulitkan penentuan titik lokasi. Meski begitu, pencarian udara tetap dilakukan dari lereng Gunung Bulusaraung.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Wamen Didit Ashaf Herdiawan menemui keluarga korban. Pesawat tersebut diketahui membawa 3 pegawai KKP dan 7 kru, yang hingga kini masih dalam proses pencarian.

Doa mengalir dari seluruh penjuru negeri di tengah penantian penemuan pesawat hilang kontak di Maros. Di langit Sulawesi Selatan, harapan masih menyala, menunggu kabar terbaik dari tim SAR di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!